Penghilang terak merupakan salah satu jenis fluks pengolahan yang digunakan untuk memurnikan logam cair paduan aluminium. Bahan ini terdiri dari berbagai senyawa klorida dan fluorida. Selain memiliki efek penghilangan terak yang luar biasa, bahan ini juga memiliki fungsi penghilangan gas dan pelapisan.

Penghilangan terak dan penghilangan gas merupakan dua tahap utama sekaligus tujuan akhir dari proses pemurnian logam cair paduan aluminium, yang telah menjadi fokus penelitian banyak peneliti. Oleh karena itu, berbagai metode penghilangan gas, metode penghilangan terak, serta metode pengolahan gabungan penghilangan gas dan terak secara online pun bermunculan seiring dengan tuntutan zaman. Peralatan dan perangkat yang digunakan semakin canggih, sementara biaya pembelian, biaya pemeliharaan, dan persyaratan teknisnya pun semakin tinggi. Fluks yang digunakan dalam proses pemurnian umumnya masih digunakan hingga saat ini.
Ketika fluks pengelupasan Jika digunakan, bahan tersebut harus dimasukkan ke dalam tangki pemurnian dan dikirim ke cairan aluminium di dalam tungku untuk penghilangan terak dan pemurnian. Selain kelemahan berupa pengoperasian yang tidak praktis, efek pembentukan terak dari fluks tradisional juga kurang baik. Oleh karena itu, tidak terdapat cukup terak oksida dalam cairan aluminium, dan terak yang terbentuk sulit dipisahkan dari cairan aluminium, sehingga menyulitkan peningkatan kemurnian cairan aluminium. Selain itu, terak tersebut mengandung sejumlah besar cairan aluminium, umumnya mencapai 3–10%, yang mengakibatkan pemborosan logam.

Mengingat keterbatasan teknologi yang ada saat ini, Adtech menghadirkan alat penghilang terak berbahan paduan aluminium yang memiliki sifat penyebaran, pemisahan, dan pemurnian yang baik, serta fluks yang mudah digunakan.
Penghilang terak berbentuk bubuk, yang terdiri dari berbagai senyawa klorida dan fluorida. Saat ditambahkan ke dalam lelehan paduan aluminium untuk pemurnian, NaCl, KCl₂, natrium sulfat, dan Na₂SiF₆ berfungsi sebagai agen penutup, sedangkan MnO₃ berfungsi sebagai agen pemurnian. Kombinasi NaCl dan KCl memiliki efek penutup yang baik pada lelehan aluminium, karena senyawa-senyawa ini memiliki tegangan permukaan dan viskositas yang rendah, serta memiliki sifat penyebaran, penutupan, dan pemisahan yang baik. Pada saat yang sama, NaCl dan KCl tidak menimbulkan polusi pada lelehan. MgCl₂ berada dalam keadaan cair pada suhu 720 ℃, yang berfungsi untuk melarutkan hidrogen dan juga dapat mengelilingi partikel-partikel tersuspensi dalam lelehan. Partikel-partikel ini dapat dipisahkan dari lelehan aluminium, sehingga berperan dalam penghilangan gas dan penghilangan terak. Penambahan MnO₃ dalam jumlah tertentu dapat menurunkan titik leleh campuran garam KCl dan NaCl serta meningkatkan efek penutupan. NaF juga dapat mengikis logam cair pada antarmuka Al₂O₃ dan Al, sehingga lapisan oksida terlepas secara mekanis.





















