Proses penghilangan gas pada lelehan aluminium untuk paduan aluminium cetakan injeksi sangat penting bagi sifat mekanis hasil cetakan. Penyerapan hidrogen merupakan penyebab utama terbentuknya lubang jarum pada hasil cetakan paduan aluminium, serta mengurangi kedap udara dan sifat mekanisnya. Oleh karena itu, berbagai langkah harus diambil untuk mengontrol kadar hidrogen dan gas-gas lainnya secara ketat.

Langkah-Langkah Penghilangan Gas pada Aluminium Cair
Sebelum dimasukkan ke dalam tungku, karat dan noda minyak pada bahan baku harus dibersihkan secara menyeluruh dan dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai suhu yang ditentukan.
Tungku harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum bahan baku dimasukkan guna menghilangkan kelembapan di dalam tungku, sehingga kelembapan dan hidrokarbon tidak bersentuhan dengan bahan baku.
Sebelum bersentuhan dengan logam cair paduan aluminium, alat besi tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu secara menyeluruh untuk menghilangkan kelembapan, dan lapisan cat harus diaplikasikan pada permukaannya.
Atur suhu dan waktu peleburan, cegah agar logam cair paduan aluminium tidak terlalu panas dan menghasilkan gas, serta gunakan bahan pemurnian untuk memurnikan logam cair paduan aluminium tersebut. Bahan pemurnian harus benar-benar kering sebelum digunakan.
Hidrogen yang terkandung dalam aluminium cair diendapkan dengan cara mengalirkan gas inert ke dalam wadah pemindahan yang berisi aluminium cair tersebut guna mengurangi kadar hidrogen dalam paduan aluminium cair.
Pengolahan gas mengacu pada pengangkutan aluminium cair dalam wadah pengangkut ke unit penghilang gas aluminium, serta mengisi aluminium cair dengan gas inert melalui lubang ventilasi pada rotor grafit untuk mengendapkan hidrogen, sehingga mengurangi kandungan hidrogen dalam cairan tersebut. Dalam operasi peleburan normal, proses degassing transfer dioptimalkan dan ditingkatkan, serta berbagai jenis gas inert digunakan untuk mengisi logam cair paduan aluminium yang dipindahkan, sehingga hidrogen yang terkandung dalam logam cair paduan aluminium dapat diendapkan secara efektif, yang pada akhirnya mengurangi nilai kepadatan logam cair paduan tersebut.
Kami memilih dua jenis gas inert yang berbeda: nitrogen dan argon, yang dicampur dalam perbandingan yang berbeda-beda, kemudian dilakukan proses penghilangan gas selama pengangkutan. Dari data eksperimental, dapat diketahui bahwa jika proporsi argon yang lebih tinggi digunakan untuk penghilangan gas selama pengangkutan, nilai kepadatannya akan berkurang secara signifikan, tetapi dalam hal penggunaan penghilangan gas, biaya produksi akan meningkat lebih dari 25%. Setelah melalui diskusi menyeluruh dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengendalian biaya produksi, tim peneliti akhirnya memutuskan untuk menggunakan nitrogen.






