
Sebagai jenis bahan berpori yang baru, keramik busa memiliki sifat-sifat seperti kekuatan dan kekerasan, ketangguhan plastis yang baik, ketahanan terhadap korosi, serta ketahanan terhadap suhu tinggi. Filter keramik busa terbuat dari bahan keramik busa berpori; filter ini memiliki sifat mekanis dan aplikasi yang baik, serta telah memberikan manfaat ekonomi yang baik dalam penyaringan logam cair.
Keramik busa berpori memiliki struktur kerangka keramik dan jaringan tiga dimensi yang terdiri dari lubang-lubang yang saling terhubung, berbentuk seperti “busa plastik” atau “spons yang menyatu dengan porselen”. Sebagai jenis baru bahan anorganik non-logam, busa keramik memiliki sifat-sifat unggul dari bahan keramik pada umumnya, seperti kekerasan tinggi, ketahanan terhadap suhu tinggi, dan ketahanan terhadap korosi. Bahan ini juga memiliki ketangguhan plastis yang baik, porositas tinggi, stabilitas termal, ketahanan terhadap guncangan termal, serta kemampuan adsorpsi dan penyaringan yang baik. Bahan ini banyak digunakan dalam bidang peleburan logam, industri kimia, dirgantara, otomotif, konstruksi, medis, dan bidang lainnya.
Berdasarkan apakah pori-porinya memiliki dinding padat atau tidak, keramik busa berpori umumnya dibagi menjadi dua jenis: keramik sel terbuka dan keramik sel tertutup. Saat ini, penelitian utama mengenai keramik busa, baik di dalam maupun luar negeri, berfokus pada jenis sel terbuka.

Metode Impregnasi Busa Organik
Metode impregnasi busa organik merupakan metode yang paling banyak digunakan di industri ini. Metode ini memanfaatkan struktur kerangka jaringan tiga dimensi yang unik dari keramik busa untuk melapisi bubur keramik dengan jaringan busa organik pada poliuretan, kemudian mengeringkan dan membakar busa organik tersebut pada suhu kamar guna mendegradasinya sehingga diperoleh keramik busa. Metode ini dapat menghasilkan keramik busa berkinerja tinggi, namun kelemahannya adalah tidak dapat menghasilkan produk sel tertutup dengan diameter kecil.
Metode Pembentukan Busa
Prinsip dasar metode pembusaan adalah memanfaatkan reaksi kimia bahan pembusa untuk menghasilkan sejumlah gas yang mudah menguap guna membentuk busa pada suspensi, kemudian melakukan sintering keramik berbusa melalui proses pengeringan. Metode ini memudahkan pengendalian bentuk dan kepadatan produk, serta dapat digunakan untuk membuat keramik sel tertutup dengan ukuran pori yang kecil. Kelemahannya adalah kondisi proses sulit dikendalikan dan persyaratan bahan baku relatif tinggi. Berbagai agen pembusa digunakan untuk membuat keramik busa alumina berporositas tinggi.
Metode Pengeringan Beku
Metode pengeringan beku merupakan metode ramah lingkungan untuk membuat keramik busa. Metode ini membekukan bubur keramik secara langsung, kemudian bubur tersebut dikeringkan, dikosongkan dari udara, dan dipanaskan untuk menyublimkan bubur keramik tersebut. Es meninggalkan lubang-lubang pada badan keramik. Akhirnya, keramik busa yang diinginkan diperoleh melalui proses kalsinasi. Metode ini dapat menghasilkan produk keramik busa dengan porositas tinggi dan struktur pori yang kompleks.






