Filter keramik pada umumnya terdiri dari filter keramik berbahan busa, filter partikel keramik terikat, dan filter keramik kaku.
Filter busa keramik banyak digunakan dalam pengecoran aluminium pada umumnya. Filter busa keramik memiliki porositas tinggi dan luas permukaan adsorpsi yang besar. Filter ini memiliki efektivitas penyaringan yang baik terhadap inklusi berukuran lebih besar dari 10 μm (misalnya, efisiensi penghilangan inklusi berukuran 40 μm dapat mencapai 90%). Efektivitas penghilangan inklusi yang berukuran kurang dari 10 μm relatif rendah (hanya sekitar 30%).
Filter busa keramik (CFF) telah banyak digunakan untuk menyaring kotoran dari aluminium cair di pabrik pengecoran. Penyaringan merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan kualitas logam dan produk jadi pada tahap selanjutnya. Inklusi dapat berasal dari berbagai sumber selama proses produksi, termasuk lapisan oksida permukaan, bahan tahan api tungku yang terkikis, serta kotoran yang tidak larut seperti karbida. Filter busa keramik menawarkan metode yang sederhana, andal, dan hemat biaya untuk menghilangkan inklusi. Penyaringan dengan CFF merupakan pelengkap dari pengolahan logam di dalam tungku, seperti penambahan fluks dan penghilangan gas atau penyaringan inline.

Filter partikel keramik terikat memiliki efisiensi penyaringan sebesar 90% untuk partikel berukuran 10–25 μm, namun semakin kecil ukuran partikelnya, semakin rendah efisiensi penyaringannya, dan filter ini tidak efektif untuk partikel berukuran kurang dari 6 μm.
Filter keramik kaku memiliki efisiensi penyaringan lebih dari 50% untuk partikel berukuran lebih besar dari 1 μm dan lebih kecil dari 10 μm, serta 95% untuk partikel berukuran lebih besar dari 10 μm, namun efisiensinya sangat rendah, dan laju aliran umumnya hanya sebesar 0,10⁶–0,10⁷ cm/s. Efektivitas penyaringan ini berkaitan dengan parameter struktur filter (seperti porositas, ukuran rata-rata pori mikro, ketebalan, dan sebagainya), kondisi aliran lelehan, inklusi, serta sifat fisik dan kimia lelehan tersebut.
Efek penyaringan dari filter keramik di atas semuanya menurun tajam seiring dengan meningkatnya laju aliran. Oleh karena itu, pengendalian laju aliran dan luas area lubang filter merupakan faktor kunci yang memengaruhi efisiensi.





















