Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi pengolahan aluminium, persyaratan kualitas untuk produk aluminium pun semakin tinggi. Cara memurnikan cairan aluminium secara lebih baik dan menghilangkan cacat internal pada produk aluminium telah menjadi perhatian umum di kalangan industri pengolahan aluminium di berbagai negara. Praktik industri menunjukkan bahwa metode flotasi gelembung saat ini merupakan salah satu metode paling efektif untuk memurnikan aluminium cair. Metode ini menggunakan nosel berputar (rotor grafit) untuk menyemprotkan gas inert ke dalam aluminium cair. Peralatan utama dalam metode flotasi gelembung untuk memurnikan aluminium cair adalah unit penghilang gas, dan rotor grafit merupakan komponen yang paling cepat aus pada kotak degassing aluminium.

Proses Kerja Kotak Penghilang Gas Aluminium
Saat kotak degassing aluminium cair sedang beroperasi, rotor grafit berputar dengan kecepatan konstan 200–300 putaran per menit, dan gas dengan tekanan serta laju aliran tertentu dimasukkan dari bagian atas kolom rotor, lalu disuntikkan melalui pori-pori di sekitar kepala rotor melalui saluran gas di dalam kolom rotor. Di dalam cairan aluminium di dalam tangki degassing, gelembung-gelembung terus menerus terbuang keluar. Saat bilah kepala rotor berputar, bilah tersebut memiliki fungsi ganda untuk mengaduk aluminium cair dan menghaluskan gelembung, sehingga menyebabkan sejumlah besar gelembung kecil naik dalam aluminium cair mengikuti jalur spiral hingga keluar dari permukaan aluminium cair untuk menyelesaikan proses degassing dan pemurnian. Jelaslah bahwa proses pemurnian ini menuntut persyaratan yang lebih tinggi terhadap bahan grafit yang digunakan untuk membuat rotor.
Rotor grafit berputar pada suhu tinggi dan berada dalam kondisi memerah karena panas. Pada saat yang sama, rotor ini mengalami dua dampak sekaligus, yaitu oksidasi akibat suhu tinggi serta erosi dan abrasi akibat aluminium cair, sehingga secara bertahap akan terkikis, terutama di bagian yang bersentuhan dengan permukaan aluminium cair, di mana tingkat kerusakannya paling parah. Selain itu, akibat penghentian operasi normal maupun abnormal, perbaikan besar, dan alasan lain dalam proses produksi pengecoran dan penggulungan aluminium, seringkali diperlukan untuk mengangkat rotor dalam keadaan memerah dari aluminium cair dan memaparkannya ke udara. Oleh karena itu, bahan grafit pada rotor harus memiliki kekuatan mekanik dan ketahanan erosi yang tinggi, serta ketahanan oksidasi dan ketahanan korosi yang baik.






