Kualitas Strip Aluminium Cor-Gulung, Pengecoran dan Penggulungan Berkelanjutan

Kualitas strip aluminium hasil penggulungan cor umumnya berkaitan dengan ketepatan pemrosesan, konfigurasi, dan kualitas bahan pembantu dari peralatan itu sendiri. Hal ini terutama bergantung pada proses penggerindaan rol cor, ukuran celah rol, pelumasan permukaan rol, suhu pengecoran (suhu aluminium cair di kotak depan), intensitas pendinginan air, ketinggian aluminium cair di kotak depan, panjang zona pengecoran, serta parameter proses pengecoran dan penggulungan seperti kecepatan.

Lembaran Aluminium yang Dituang dan Digulung

Parameter-parameter proses ini saling memengaruhi. Apabila suatu parameter berubah, parameter-parameter lainnya harus disesuaikan pula.

Hubungan antara parameter proses utama dalam pengecoran kontinu dan penggulungan dapat disesuaikan dan dikendalikan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:

1. Ketika suhu penuangan tinggi, kecepatan pengecoran-penggulungan harus dikurangi sesuai dengan kondisi tersebut. Sebaliknya, ketika suhu penuangan rendah, kecepatan pengecoran-penggulungan harus ditingkatkan secara tepat. Hal ini karena suhu pengecoran-penggulungan yang lebih rendah bermanfaat untuk memperhalus ukuran produk dan meningkatkan kinerja keseluruhan billet strip aluminium hasil pengecoran-penggulungan, sedangkan kecepatan pengecoran-penggulungan yang lebih tinggi bermanfaat untuk meningkatkan produksi. Oleh karena itu, sistem proses yang wajar seharusnya memiliki suhu pengecoran yang lebih rendah dan kecepatan pengecoran yang lebih tinggi.

2. Ketika ketinggian cairan aluminium cair di dalam kotak masuk sebelum pengumpanan, tekanannya rendah, tekanan statisnya rendah, dan kelancaran aliran logam aluminium cair di dalam rongga nozel karena ukurannya kecil, maka kecepatan pengecoran harus dikurangi sesuai dengan itu. Sebaliknya, ketika tingkat cairan aluminium di kotak depan tinggi, tekanan statisnya juga tinggi, dan cairan aluminium di rongga nosel bersifat cair, sehingga kecepatan pengecoran harus ditingkatkan sesuai dengan itu.

3. Seiring bertambahnya panjang zona pengecoran-penggulungan, zona penggulungan menjadi relatif lebih kecil, dan air sirkulasi menyerap lebih banyak panas, sehingga kecepatan pengecoran-penggulungan dapat ditingkatkan. Sebaliknya, jika panjang zona pengecoran-penggulungan berkurang, zona penggulungan menjadi relatif lebih besar, dan panas yang dihilangkan oleh air sirkulasi menjadi lebih sedikit, sehingga kecepatan pengecoran-penggulungan pun melambat.

4. Saat menurunkan suhu air masuk dan meningkatkan aliran air pendingin untuk meningkatkan intensitas pendinginan air, kecepatan pengecoran dan penggulungan harus ditingkatkan secara proporsional. Dalam kondisi normal, setelah suhu dan volume air ditetapkan, jangan sesuaikan nilai-nilai tersebut selama proses pengecoran dan penggulungan. Sebaiknya nilai-nilai tersebut dipertahankan dalam kisaran yang konstan untuk memudahkan penyesuaian parameter proses lainnya.

Berdasarkan prinsip pengendalian yang disebutkan di atas dan dikombinasikan dengan pengalaman praktik produksi di lapangan, parameter utama proses produksi dari beberapa paduan logam yang umum telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses produksi, dilakukan penyesuaian kecil sesuai dengan kondisi aktual untuk mengurangi cacat dan menghasilkan lembaran aluminium cor-gulung berkualitas tinggi.

Leave a Reply