Bahan Fluks untuk Pemurnian Aluminium Cair, Bahan Fluks Pemurnian Aluminium

Penghilangan pengotor dengan menggunakan fluks pemurnian merupakan metode penting dalam memurnikan aluminium cair. Saat ini, terdapat banyak jenis fluks yang telah dikembangkan dan digunakan baik di dalam maupun luar negeri. Selain fluks yang bertujuan utama untuk menghilangkan gas dan pengotor, terdapat pula beberapa jenis fluks lainnya, seperti bahan penutup dan bahan pembersih terak.

Berdasarkan tujuannya, bahan pemurni aluminium cair dibagi menjadi tiga kategori: pemurni gas, fluks penghilang pengotor, dan fluks pemurnian.

Bahan Pelebur untuk Pemurnian Aluminium Cair

Selama proses peleburan aluminium dan paduannya, terdapat polutan seperti inklusi oksida (AlO₃) dan hidrogen, yang memengaruhi kemurnian logam cair, sehingga menimbulkan cacat seperti gelembung, pori-pori, dan inklusi yang longgar pada ingot, yang secara langsung memengaruhi sifat-sifat intrinsik bahan aluminium dan paduan aluminium. Oleh karena itu, menghilangkan gas dan inklusi dalam aluminium cair serta meningkatkan kemurnian cairan aluminium merupakan topik penelitian penting dalam pemurnian cairan aluminium dan paduan aluminium, sekaligus merupakan masalah teknis mendesak yang perlu diselesaikan dalam daur ulang aluminium.

Secara umum, lelehan paduan aluminium mengandung hidrogen sebesar 0,4–0,8 mL/100 gAl. Setelah lelehan aluminium melalui proses penghilangan gas, kadar hidrogen pada tingkat canggih di dalam negeri adalah 0,15 mL/100 gAl, sedangkan pada tingkat canggih internasional adalah 0,10 mL/100 gAl. Hal ini fluks granular dapat membuat kandungan hidrogen dalam lelehan aluminium mencapai di bawah 0,08 mL/100 g Al. Pada aluminium murni industri setelah penghilangan pengotor, kandungan inklusi umumnya di atas 0,1%, dan ukuran sebagian besar inklusi lebih besar dari 10um. Pada tingkat internasional dalam hal penghilangan inklusi, kandungan inklusi dalam lelehan adalah 0,02%, dan ukuran inklusi kurang dari 7um. Fluks untuk metode pemurnian lelehan aluminium dapat secara efektif menghilangkan inklusi yang berukuran di atas 7um.

Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang peleburan dan pemurnian aluminium telah mengalami kemajuan pesat, dan kandungan hidrogennya telah turun menjadi sekitar 0,10 mL/100 g Al. Teori pemurnian aluminium cair juga telah berkembang dari teori flotasi gelembung menjadi prinsip proses yang pertama-tama membuang kotoran, kemudian menghilangkan gas, dan dilanjutkan dengan perlindungan penutup. Proses ini menghilangkan hidrogen Cara untuk menghilangkan hidrogen atomik dari cairan aluminium adalah dengan menghilangkannya secara langsung melalui difusi atom di dalam cairan aluminium tersebut, dan di dalam cairan aluminium tersebut juga harus terjadi penghilangan hidrogen serta deoksigenasi atom.

Leave a Reply