Flux untuk daur ulang aluminium di Jerman dapat meningkatkan efektivitas penghilangan gas dan penghilangan terak pada logam cair.
Flux berwarna putih dengan partikel halus berbentuk bubuk yang sedikit keabu-abuan. Bahan utamanya adalah klorida dan villiaumite, bersama dengan senyawa-senyawa lainnya. Setelah melalui perlakuan panas yang tepat dan proses penyaringan, partikel-partikel tersebut menjadi berukuran seragam. Semprotkan dengan gas dari tabung pemurnian sebagai pembawa; penaburan secara manual langsung ke permukaan logam cair juga diperbolehkan. Aduk logam cair dengan fluks pemurnian untuk mencapai tujuan pemurnian.
Tabung bel khusus untuk proses peleburan ini lebih baik, dan fasilitas serta peralatannya tidak mengalami korosi. Bahan pemurnian memiliki efek degassing yang baik, dan dalam kondisi normal, tingkat pori-pori sebesar 1-2 dapat dicapai. Terak yang dihasilkan kering, gembur, dan ringan, serta terpisah dengan baik dari cairan paduan aluminium, sehingga mudah dibuang.

Setelah pemurnian fluks Selama proses perlakuan, permukaan cairan aluminium seharusnya memiliki lapisan tipis fluks yang mengapung hingga ke permukaan cairan. Hal ini menandakan bahwa reaksi berlangsung dengan baik, dan jika tidak terdapat fluks tersebut, prosesnya tidak optimal. Setelah didiamkan selama 5 hingga 8 menit setelah proses perlakuan selesai (menggunakan sampel konvensional termasuk uji kulit), tidak boleh ada gelembung udara yang muncul ke permukaan cairan, yang menandakan bahwa aluminium cair telah diolah dengan baik.
Flux untuk Daur Ulang Aluminium Jerman memiliki keunggulan berupa tidak berasap, tidak berbau, bebas debu, dan mudah dioperasikan. Jika Anda sedang mencari bahan pemurnian berdaya guna tinggi untuk pemurnian aluminium cair, silakan lakukan pemesanan kepada produsen dan pemasok profesional kami di Tiongkok. Kami akan menawarkan harga yang tak tertandingi serta layanan yang memuaskan.
Operasi daur ulang dan pengecoran aluminium di pabrik Gelsenkirchen, Jerman, telah memperoleh sertifikasi sesuai standar kinerja. Pabrik tersebut mendaur ulang limbah aluminium yang sebagian besar berasal dari industri otomotif, kelistrikan, dan teknik mesin.
Aluminium daur ulang tersebut kemudian dicetak menjadi paduan standar dan paduan sesuai spesifikasi pelanggan, lalu dikirim kembali ke divisi otomotif, kelistrikan, dan teknik.
Bisnis daur ulang aluminium merupakan bagian penting dari ekonomi sirkular, yang dapat menghasilkan produk hilir baru sekaligus mengurangi jejak lingkungannya.






