Busa 30 PPI adalah produk pelat filter keramik berbusa dengan keseragaman pori sebesar 30 lubang pada setiap panjang 25,4 mm. Keramik berbusa biasanya dibuat dari busa poliuretan sebagai media pembawa, yang kemudian dituangi dengan bubur keramik yang terbuat dari bubuk halus agregat tahan api, agen sintering, dan pengikat. Selanjutnya, bubur tersebut diekstrusi, sehingga menghasilkan bahan keramik yang melapisi serat busa. Setelah dikeringkan, bahan tersebut dikalsinasi dan disinter pada suhu tinggi, dan resin poliuretan terurai akibat panas, sehingga menghasilkan produk keramik berbusa. Artinya, keramik bahan filter busa Bahan yang digunakan untuk menyaring cairan paduan aluminium adalah Al₂O₃.

Busa 30 PPI
Busa 30 PPI
Angka di depan PPI menunjukkan kepadatan pori produk tersebut. Jika modelnya 30 ppi, artinya produk pelat filter keramik berbahan busa dengan keseragaman pori sebesar 30 lubang pada setiap panjang 25,4 mm.
Mekanisme penyaringan pada filter keramik telah diteliti. Layaknya saringan, partikel-partikel asing dan agregatnya yang berukuran lebih besar daripada diameter permukaan filter tidak dapat menembus filter tersebut.
Kue saringan. Setelah proses penyaringan, banyak partikel asing yang ukurannya lebih besar dari pori-pori saringan terperangkap di ujung masuk saringan. Seiring bertambahnya jumlah partikel asing yang terperangkap, terbentuklah “kue saringan” di permukaan ujung masuk saringan. “Filter cake” tersebut membuat cairan menjadi lebih encer, sehingga ukuran pori-pori filter menjadi lebih kecil daripada ukuran pori-pori filter itu sendiri, dan beberapa partikel terperangkap pada “filter cake” tersebut.
Filtrasi lapisan dalam. Di dalam filter busa keramik, aliran logam cair melewati jalur yang berliku-liku, dan bahkan terdapat fenomena aliran melintang yang kembali masuk di area lokal yang kecil.
30 Fungsi Filter Busa PPI
(1) Hal ini dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya kontak antara partikel inklusi dan filter.
(2) Mempercepat perubahan kecepatan dan arah aliran logam cair, sehingga inklusi-inklusi kecil dalam logam cair tersebut dapat tertinggal di sudut tertentu setelah bertabrakan dan terperangkap.






