Perusahaan hulu dalam industri aditif unsur paduan sebagian besar merupakan pemasok bahan baku logam. Perusahaan ini terutama membeli langsung bahan logam murni dan memproduksi bubuk seperti mangan elektrolitik, aluminium elektrolitik, dan silikon logam, atau membeli langsung bahan bubuk logam seperti bubuk besi logam dan bubuk aluminium logam untuk diproses lebih lanjut. Industri ini memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi, persaingan pasar yang memadai, dan pasokan yang stabil, namun biaya produk industri ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku logam dan bahan baku kimia terkait.
Industri hilir dari sektor ini terutama terdiri dari perusahaan-perusahaan manufaktur paduan logam. Produk-produk paduan logam banyak digunakan dalam industri kedirgantaraan militer, transportasi otomotif, pembuatan kapal, kemasan bahan logam, pencetakan 3D, dan industri lainnya. Permintaan pasar dari industri hilir secara langsung memengaruhi produk perusahaan. Hal ini memang berdampak, namun karena produk perusahaan digunakan di berbagai macam industri, perusahaan tidak akan terlalu bergantung pada permintaan pasar dari satu industri saja, dan permintaan industri tersebut relatif stabil.

Unsur Paduan, Bahan Tambahan, Hambatan Industri
(1) Hambatan teknis
Industri manufaktur aditif unsur paduan merupakan industri yang padat teknologi. Produk-produk industri ini telah melalui serangkaian proses perancangan program, pengujian berulang, analisis data, pemeriksaan produksi, serta revisi bertahap terhadap hasil eksperimen untuk menghasilkan produk yang stabil dan dapat meleleh dengan cepat dalam hitungan menit. Produk dengan tingkat pemulihan yang tinggi. Pada saat yang sama, selain memiliki tenaga ahli berkualitas tinggi dengan pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu material, metalurgi, kimia, dan sebagainya, industri ini juga memerlukan pengalaman industri yang luas, akumulasi eksperimen jangka panjang, investasi R&D yang berkelanjutan, serta mengatasi hambatan teknis di industri ini.
(2) Hambatan modal
Industri manufaktur aditif unsur paduan merupakan industri padat modal. Pertama-tama, harga bahan baku yang digunakan dalam industri ini tinggi, dan produksi produk-produknya membutuhkan modal yang besar. Kedua, analisis eksperimental dalam skala besar dan investasi penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang, serta peralatan produksi dan peralatan eksperimental untuk analisis dan pengujian, memerlukan dukungan keuangan yang memadai. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga membutuhkan modal yang besar; di saat yang sama, seiring dengan semakin ketatnya persaingan di industri ini dan perkembangan teknologi serta produk terkait yang berlangsung dengan cepat, diperlukan investasi modal yang besar untuk mendorong peningkatan teknologi dan penelitian serta pengembangan produk baru berteknologi tinggi dengan nilai tambah. Oleh karena itu, investor yang berencana memasuki industri manufaktur aditif unsur paduan dan logam non-besi harus memiliki skala modal yang kuat serta kemampuan pembiayaan yang memadai.
(3) Hambatan kualifikasi
Pertama, masuk ke unsur aditif paduan logam Industri manufaktur mengharuskan perusahaan memperoleh lisensi kualifikasi yang sesuai. Di sisi lain, pelanggan hilir di industri ini, seperti perusahaan-perusahaan dalam daftar 500 besar dunia, memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat dalam pemilihan pemasok. Dalam keadaan normal, untuk menjadi pemasok yang stabil, perusahaan-perusahaan di industri ini perlu menjalani proses otentikasi yang kompleks selama sekitar 1–2 tahun, yang meliputi penyediaan sampel analisis dan pengujian, inspeksi dan evaluasi di lokasi, penyediaan sampel uji, penyediaan produk uji, persetujuan kualitas, serta penentuan kualifikasi pemasok. Namun, begitu perusahaan-perusahaan di industri ini telah menjalin kerja sama jangka panjang yang baik dengan mereka, mereka tidak akan mudah digantikan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan di industri ini perlu menunjukkan kinerja yang stabil dalam jangka panjang dan memproduksi produk berkualitas tinggi untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan serta berhasil lulus sertifikasi pemasok pelanggan, yang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.
(4) Hambatan dalam perlindungan kekayaan intelektual
Melalui penelitian dan pengembangan teknis selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan di industri ini telah mengembangkan berbagai teknologi yang dipatenkan dalam formula produksi, proses manufaktur, dan metode pengujian. Sulit bagi pemain baru untuk memasuki industri ini dengan teknologi baru yang dipatenkan sendiri. Di sisi lain, penggunaan teknologi yang relatif ketinggalan zaman akan menimbulkan kerugian kompetitif dalam hal perlindungan lingkungan, kualitas, dan biaya.






