-sales@aluminiumceramicfiber.com Fluks Aluminium Cair

Flux aluminium cair banyak digunakan dalam produksi aluminium primer dan aluminium sekunder untuk meningkatkan kualitas cairan aluminium serta tingkat pemulihan aluminium logam.

Flux Aluminium Cair

Fungsi Fluks Aluminium Cair

Pertama, ubah sifat basah logam aluminium cair terhadap oksida (alumina), sehingga logam aluminium cair dapat dengan mudah dipisahkan dari oksida (alumina), sehingga sebagian besar oksida (alumina) masuk ke dalam fluks dan mengurangi kandungan oksida dalam logam.

Kedua, aliran tersebut dapat mengubah keadaan lapisan oksida pada permukaan logam cair. Hal ini disebabkan karena aliran tersebut dapat memecah lapisan oksida yang padat dan rapat pada permukaan logam cair menjadi partikel-partikel halus, sehingga memungkinkan hidrogen dalam logam cair untuk keluar melalui celah-celah partikel lapisan oksida dan masuk ke atmosfer.

Ketiga, keberadaan lapisan fluks dapat mengisolasi kontak antara uap air di atmosfer dan logam aluminium cair, sehingga menghambat masuknya hidrogen ke dalam logam aluminium cair, sekaligus mencegah logam cair tersebut teroksidasi dan terbakar.

Keempat, proses peleburan dapat menyerap oksida yang terdapat dalam cairan aluminium, sehingga cairan tersebut dapat dimurnikan. Singkatnya, peran pemurnian dengan fluks untuk menghilangkan inklusi dicapai melalui adsorpsi, pelarutan, dan interaksi kimia dengan lapisan oksida serta inklusi non-logam dalam cairan aluminium.

Metode pemurnian dengan fluks cukup efektif dalam menghilangkan inklusi non-logam, namun tingkat pemurnian inklusi non-logam dalam cairan logam tidak hanya berkaitan dengan sifat fisik dan kimia fluks, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi proses pemurnian. , seperti jumlah fluks, waktu kontak antara fluks dan cairan logam, luas area kontak, kondisi pengadukan, suhu, dan sebagainya.

Bahan fluks yang umum digunakan adalah logam cair paduan aluminium yang telah dimurnikan. Ratusan fluks telah dikembangkan, dan fluks klorida berbasis natrium dan kalium merupakan yang paling banyak digunakan. Untuk paduan aluminium dengan kandungan magnesium rendah, agen pemurnian klorida berbasis natrium-kalium banyak digunakan. Untuk paduan aluminium dengan kandungan magnesium tinggi, fluks pemurnian berbasis karnalit tanpa natrium digunakan untuk menghindari kerapuhan akibat natrium.

Leave a Reply