-sales@aluminiumceramicfiber.com Filter Alumina Aluminium Portugal

Filter alumina aluminium Portugal dapat menghilangkan terak aluminium dari cairan aluminium. Kemampuan filter ini dalam menghilangkan kontaminan logam jauh lebih efektif dibandingkan media filter lainnya, dan proses penyaringannya dilakukan dengan menggabungkan prinsip-prinsip fisika dan kimia.

Puing-puing besar di permukaan filter busa keramik alumina yaitu saringan fisik, di mana partikel-partikel yang terperangkap dan inklusi-inklusi kecil tertarik ke permukaan, dinding samping, atau lubang saringan akibat adanya afinitas kimia.

Oleh karena itu, kotoran—termasuk kotoran yang ukurannya jauh lebih kecil daripada pori-pori penyaring—dapat disaring secara efektif dari produk cor dengan berbagai ukuran. Filter ini mampu mengatur aliran logam cair yang tidak teratur, mengurangi turbulensi, dan membuat aliran logam cair menjadi bersih serta lancar.

Klasifikasi filter busa keramik untuk coran aluminium

Berdasarkan bahan pembuatannya, filter busa keramik dapat diklasifikasikan menjadi filter busa keramik silikon karbida (sebagai filter besi cair), filter alumina (sebagai filter aluminium cair untuk pengecoran aluminium), dan filter zirkonia (sebagai filter baja cair).

Filter Alumina Aluminium Portugal

Pemasangan Filter Alumina Aluminium Portugal

Efisiensi penyaringan filter busa keramik di pabrik aluminium sangat bergantung pada pemasangan dan penggunaan yang tepat.

Di sisi lain, karena adanya proses filtrasi, langkah-langkah konvensional dan yang diperlukan harus diambil untuk mengurangi terjadinya inklusi dalam proses peleburan, perlakuan tungku, dan pengecoran.

Selain itu, penting juga untuk mencegah agar larutan aluminium murni yang telah disaring tersebut tidak terkontaminasi kembali.

Portugal membeli filter oksida aluminium. Setelah digunakan, kandungan terak dan porositas pada produk aluminium berkurang secara signifikan, sehingga kualitasnya pun meningkat secara signifikan.

Dalam pemasangan dan penggunaan filter alumina di Portugal, biasanya perlu memperhatikan aspek-aspek berikut:

1. Pemilihan pelat saring yang tepat: hal ini harus ditentukan berdasarkan kisaran laju aliran untuk jenis pengecoran tertentu, kandungan logam maksimum dalam proses penyaringan, jumlah total yang disaring, serta tingkat kebersihan aluminium cair awal.

2. Proses penyaringan sebelum peleburan tidak boleh diabaikan: seperti tungku peleburan aluminium, terak biasa dari tungku penahan, tungku penghilang terak, dan sebagainya; serta proses pemurnian di dalam tungku. Secara khusus, perangkat degassing online masih diperlukan karena tidak hanya mengurangi kandungan hidrogen dalam logam cair, tetapi juga menghilangkan beberapa inklusi non-logam.

3. Pelat saringan harus sesuai untuk kotak saringan tahan api berbentuk persegi: keduanya harus disegel untuk mencegah logam mengalir ke dalam kotak pengecoran tanpa disaring, serta mencegah pelat saringan busa mengapung di dalam cairan aluminium. Jika tidak, prosesnya akan gagal.

4. Panaskan terlebih dahulu sebelum digunakan: panaskan terlebih dahulu untuk menghilangkan kelembapan dan memperlancar proses penyaringan awal yang bersifat sementara. Pemanas listrik atau pemanas gas dapat digunakan untuk memanaskan terlebih dahulu. Biasanya, proses ini memakan waktu sekitar 15 menit.

5. Dalam proses filtrasi normal, terak tidak diperlukan untuk mencegah terjadinya benturan dan getaran pada pelat filter. Pada saat yang sama, tangki pembersihan harus diisi dengan aluminium cair untuk menghindari gangguan yang berlebihan terhadap aluminium cair tersebut.

6. Setelah proses pengecoran, tiriskan logam dari tangki aliran dan pelat saringan. Di luar negeri terdapat alat getar yang diletakkan di atas pelat saringan dan digetarkan selama satu menit untuk menghilangkan sekitar 75% logam cair sisa dari pelat saringan.

7. Terakhir, bersihkan bagian sekelilingnya dan lepaskan pelat filter setelah proses pengeringan selesai.

Leave a Reply