Pelat saringan keramik untuk aluminium cair dapat secara efektif menghilangkan inklusi berukuran besar dalam aluminium cair, serta menyerap partikel inklusi halus berukuran mikrometer, meningkatkan kualitas permukaan, meningkatkan kinerja produk, memperbaiki struktur mikro, dan meningkatkan hasil produksi. Piringan ini banyak digunakan dalam produksi profil aluminium, foil aluminium, paduan aluminium, dan sebagainya.

Pada sebagian besar produk aluminium, aluminium sebenarnya tidak habis terpakai selama masa pakai produk tersebut; bahan ini hanya digunakan, dan memiliki potensi untuk didaur ulang sambil tetap mempertahankan karakteristik aslinya.
Aluminium memiliki sifat yang memungkinkan daur ulang tanpa batas. Oleh karena itu, dari 1 miliar ton aluminium yang telah diproduksi hingga saat ini, sekitar 75% di antaranya masih digunakan, dan sebagian aluminium lainnya telah didaur ulang secara terus-menerus.
Hanya dibutuhkan 5% dari energi yang dihasilkan oleh aluminium primer, dan aluminium dapat didaur ulang berulang kali dari produk-produk yang telah digunakan agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Secara global, pasar produk aluminium terus tumbuh, dengan sekitar 65% aluminium berasal dari aluminium primer dan sisanya, sekitar 35%, berasal dari aluminium sekunder.
Di Amerika Utara dan Eropa, sebuah kaleng minuman aluminium membutuhkan waktu kurang dari 60 hari mulai dari produksi, pengemasan minuman, distribusi, konsumsi, daur ulang, hingga regenerasi. Industri aluminium memiliki sejarah panjang dalam mengumpulkan dan mendaur ulang produk-produk aluminium bekas. Mengingat nilai ekonomi yang tinggi dari bahan kemasan aluminium bekas, hal ini menjadi peluang bagi perkembangan berkelanjutan industri daur ulang.
Secara global, kaleng minuman aluminium merupakan wadah kemasan dengan tingkat daur ulang tertinggi, dan foil aluminium pada sebagian besar produk juga didaur ulang. Teknologi pemisahan modern mampu mengekstraksi foil aluminium dari limbah produk rumah tangga, dan biaya daur ulangnya pun lebih rendah daripada biaya produksi awalnya. Jika terdapat foil aluminium yang tidak dapat didaur ulang, foil tersebut akan masuk ke insinerator sampah, kemudian lapisan foil aluminium yang tipis akan teroksidasi dan melepaskan energi yang dapat dimanfaatkan kembali. Yang lebih penting lagi, aluminium yang belum teroksidasi di bagian bawah insinerator dapat dimurnikan lebih lanjut untuk dimasukkan ke dalam saluran daur ulang.
Dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, penting untuk meningkatkan tingkat pemulihan secara keseluruhan dari produk-produk yang sudah tidak terpakai. Tanpa adanya subsidi pemerintah, industri akan terus mendaur ulang aluminium dari semua produk yang sudah tidak terpakai, serta limbah aluminium dari proses pengolahan dan manufaktur. Semakin banyak kegiatan daur ulang yang telah dilaksanakan di industri ini. Pada saat yang sama, instansi pemerintah terkait dan organisasi masyarakat juga telah turut memberikan dukungan. Oleh karena itu, jumlah daur ulang aluminium akan terus meningkat.
Dalam proses daur ulang aluminium, filter busa keramik merupakan media penyaring yang penting untuk memurnikan aluminium cair.





















