Bahan Pelebur Aluminium -sales@aluminiumceramicfiber.com

Flux peleburan aluminium biasanya ditambahkan selama proses peleburan, penahanan, atau penghilangan gas pada aluminium di dalam tungku, cawan pelebur, wadah tuang, atau wadah aluminium lainnya. Kualitas bahan baku flux, metode penambahan, dan bentuk produknya dapat memengaruhi efisiensi. Resep flux bervariasi tergantung pada tujuannya dan variabel proses lainnya, seperti jenis paduan dan suhu.

Jumlah fluks peleburan aluminium Jumlah yang digunakan harus tepat, yang dapat dengan mudah ditentukan dengan mengamati hasil yang diinginkan. Jumlah ini bervariasi tergantung pada ukuran dan sifat potongan aluminium, tingkat kontaminasi permukaannya, komposisinya, serta faktor-faktor lainnya.

Untuk hasil terbaik, aluminium yang telah dipotong-potong sebaiknya relatif bebas dari air dan minyak sebelum fluks diaplikasikan, karena kontaminan ini meningkatkan oksidasi dan mengurangi efek positif dari fluks. Selain itu, partikel aluminium sebaiknya berada pada suhu yang relatif rendah, tidak melebihi 500° F., saat fluks diaplikasikan, guna meminimalkan oksidasi lebih lanjut saat partikel dipanaskan.

Bahan Pelebur Aluminium

Bahan pelebur aluminium biasanya merupakan campuran klorida atau fluorida logam alkali dan logam alkali tanah, atau keduanya. Bahan ini mampu memisahkan berbagai oksida dari logam aluminium cair.

Bahan pelebur aluminium pada dasarnya merupakan campuran garam klorida dan fluorida yang ditambahkan bahan tambahan untuk memberikan sifat-sifat khusus.

Sebagian besar fluks terbuat dari campuran KCl dan NaCl, yang membentuk eutektik bersuhu rendah (665°C).

Bahan lain yang umum terdapat dalam fluks adalah NaF, yang membentuk campuran eutektik tersier bersama KCl dan NaCl dengan titik leleh 607°C.

Campuran fluks yang sesuai antara lain sebagai berikut:

40 hingga 50% KCl, 50 hingga 60% Mg₂Cl

40 hingga 50% NaCl, 45 hingga 55% KCl, 5% krioit

40 hingga 50% NaCl, 45 hingga 55% KCl, 5% fluorida kalium aluminium

Secara umum, dalam bidang metalurgi, fluks digunakan untuk menghilangkan kotoran dengan cara membentuk “terak” yang mengapung di permukaan logam cair dan mengandung kotoran tersebut. Slag tersebut dapat dihilangkan dengan cara menyendoknya dari permukaan logam, atau dengan menguras wadah berisi logam cair dan membiarkan slag tertinggal untuk kemudian dibuang ke wadah lain.

Leave a Reply