Bahan Fluks untuk Pengecoran Aluminium -sales@aluminiumceramicfiber.com

Bahan pelebur pada pabrik pengecoran aluminium dapat mengurangi limbah paduan, mengendalikan pembentukan terak, dan menghilangkan pengotor dalam paduan, yang jika tidak ditangani akan memengaruhi kualitas. Pembentukan alumina dan adanya inklusi non-logam sangat memengaruhi proses pengecoran aluminium dan harus dikelola dengan baik untuk menghasilkan coran berkualitas terbaik.

Bahan pelebur di pabrik pengecoran aluminium dapat mencegah pembentukan oksida yang berlebihan, menghilangkan inklusi non-logam dalam logam cair, serta mencegah atau menghilangkan penumpukan oksida pada dinding tungku guna menghasilkan logam cair yang bersih. Bahan pelebur yang digunakan di pabrik pengecoran aluminium meliputi bahan pelebur padat dan bahan pelebur gas.

Bahan Fluks untuk Pabrik Pengecoran Aluminium

Flux padat diklasifikasikan berdasarkan kegunaan dan fungsinya dalam proses pengecoran. Di antaranya adalah fluks penutup, fluks penghilang terak, fluks pembersih, dan fluks pembersih dinding tungku, yang masing-masing digunakan untuk menutupi, menghasilkan terak, dan membersihkan aluminium cair. Agen pemurnian digunakan untuk memisahkan inklusi dan oksida serta mengangkatnya ke permukaan sebagai dross. Agen ini juga digunakan sebagai lapisan penutup pada permukaan aluminium cair untuk mencegah oksidasi lebih lanjut.

Flux padat, seperti flux bubuk dan flux butiran, biasanya terdiri dari klorida dan fluorida serta bahan tambahan lain untuk memberikan sifat-sifat khusus.

Sebagian besar fluks terbuat dari campuran garam KCl dan NaCl, yang membentuk eutektik bersuhu rendah (665 ºС). Komponen umum lainnya dalam fluks adalah natrium fluorida (NaF), yang membentuk eutektik terner bersama KCl dan NaCl dengan titik leleh 607 derajat Celcius. Flux pelapis umum mengandung sekitar 47,5% NaCl, 47,5% KCl, dan 5% garam fluorida. Suhu leleh yang rendah sangat penting karena meningkatkan kelancaran aliran flux.

Garam fluorida logam alkali memiliki kemampuan untuk melarutkan oksida, yang memungkinkannya menembus lapisan oksida dalam terak dan menempel pada dinding tungku. Hal ini meningkatkan kemampuan basah, yang mempercepat pemisahan inklusi oksida dari logam cair serta pemisahan logam aluminium dari dross.

Leave a Reply