Flux untuk Pemurnian Logam Cair adalah bahan pemurnian ramah lingkungan yang digunakan di pabrik peleburan dan pengecoran aluminium serta paduan aluminium.
Flux bubuk memiliki beberapa kelemahan, seperti timbulnya debu saat diaplikasikan serta emisi asap beracun. Hal ini menimbulkan risiko kesehatan bagi para pekerja dan masalah lingkungan. Flux bubuk juga menimbulkan masalah efisiensi yang tidak konsisten akibat morfologi bubuknya. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini, bebas debu fluks butiran telah dikembangkan.

Logam cair tersebut perlu dimurnikan dan disaring untuk menghilangkan gas hidrogen yang berbahaya serta inklusi non-logam di dalamnya guna meningkatkan kemurnian logam tersebut.
Flux untuk pemurnian logam cair umumnya berbahan dasar garam klorida dan juga dapat digunakan sebagai bahan pemurnian untuk heksakloroetana sebagai pengganti garam klorida.
Pada masa-masa awal, gas klorin yang sangat reaktif digunakan sebagai agen pemurnian gas. Meskipun efek pemurniannya baik, hal itu menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius. Oleh karena itu, dikembangkanlah agen pemurnian berupa campuran gas nitrogen-klorin, gas inert, dan campuran tiga gas (N₂, Cl₂, CO), yang hasilnya lebih baik.
Untuk memastikan bahwa efek penyempurnaan, kandungan oksigen dan kelembapan dalam gas pemurnian sebaiknya secara umum masing-masing kurang dari 0,03% (volume) dan 0,3 g/m³.
Tungku peleburan umumnya berupa tungku reverberasi berbahan bakar gas atau tungku reverberasi berbahan bakar minyak, dengan kapasitas umum lebih dari 20–40 ton.
Tungku reverberatory dengan pemanasan resistansi juga digunakan, dan kapasitasnya umumnya sekitar 10 ton.
Untuk mempersingkat waktu pemuatan tungku, meningkatkan efisiensi peleburan, mengurangi penyerapan gas, dan mencegah terbentuknya lapisan oksida, industri ini menggunakan tungku bundar dengan sistem pemuatan atas yang dapat dimiringkan.
Saat proses peleburan, sebaiknya gunakan peralatan analisis cepat untuk menganalisis komposisi paduan dan menyesuaikannya tepat waktu.
Untuk memastikan kemurnian cairan logam, mencegah pencemaran oleh gas berbahaya, dan mengendalikan komposisi kimianya, selain memperpendek waktu peleburan semaksimal mungkin, bahan pelebur berbentuk bubuk yang terutama terdiri dari kalium klorida dan natrium klorida harus ditambahkan. Dosis umumnya berkisar antara 0,4 hingga 2%. Suhu peleburan biasanya dikendalikan pada 700–750 ℃.






