Penyaringan Logam Cair Aluminium dengan Filter Busa Keramik

Proses pengolahan logam cair yang ketat, seperti metode gas flux, dapat meminimalkan terjadinya cacat produksi pada produk aluminium. Namun, untuk aplikasi-aplikasi kritis, metode-metode tersebut belum berhasil mengurangi cacat tersebut hingga tingkat yang memuaskan. Umumnya, penyaringan logam cair aluminium digunakan untuk mengurangi cacat, yang sebagian besar disebabkan oleh inklusi dalam logam cair.

AdTech merancang sebuah filter busa keramik, yang sangat bermanfaat dalam penyaringan logam cair, terutama aluminium cair, serta mudah dibuat dengan biaya yang terjangkau. Kami menyediakan bahan busa keramik yang efisien untuk penyaringan aluminium cair.

Penyaringan Logam Cair Aluminium

Bahan busa keramik ini memiliki ciri khas berupa struktur sel terbuka dengan sejumlah rongga yang saling terhubung dan dikelilingi oleh jaring bahan keramik. Filter ini memiliki permeabilitas udara sebesar 400–2500 × 10⁻⁷ cm². Selain itu, filter busa keramik ini memiliki porositas sebesar 0,80–0,95. Selanjutnya, filter ini ditandai dengan 5 hingga 45 lubang per inci linier dan kisaran ketebalan filter efektif sebesar 1/2 hingga 4 inci. Telah ditemukan bahwa filter ini sangat cocok untuk menyaring logam cair, terutama aluminium cair.

Dalam kondisi normal, gunakan saringan yang lebih halus dengan permeabilitas udara sebesar 400 hingga 2500×10⁻⁷ cm², porositas sebesar 0,80 hingga 0,95, dan 20 hingga 45 lubang per inci linier, terutama untuk menyaring paduan aluminium Seri 5000. Namun, jika logam yang masuk sangat kotor, logam tersebut harus disaring terlebih dahulu. Filter logam busa keramik yang relatif kasar memiliki PPI antara 5 dan 20, ukuran pori 2500 hingga 8000×10⁻⁷ dan permeabilitas udara cm², serta porositas antara 0,90 dan 0,95. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan satu filter keramik yang memiliki karakteristik gradasi atau dengan menggunakan serangkaian filter dengan porositas yang berbeda-beda.

Metode penyaringan logam cair aluminium melalui filter busa keramik ditandai dengan penggunaan laju aliran sebesar 5 hingga 50 inci kubik logam cair per menit per inci persegi luas permukaan filter untuk melewati filter tersebut. Sesuai dengan penerapan filter di pabrik aluminium, logam cair dapat disaring terlebih dahulu melalui filter busa keramik kasar, kemudian disaring melalui filter yang lebih halus dan lebih disukai menurut penemuan ini. Langkah penyaringan ini dapat menggunakan serangkaian filter dengan porositas busa keramik yang berkurang, terutama untuk logam cair yang sangat kotor.

Leave a Reply