Aluminium adalah unsur logam yang paling melimpah di kerak bumi. Kepadatan aluminium sangat rendah, hanya 2,7 g/cm, dan bersifat lentur. Aluminium dapat membentuk lapisan oksida untuk mencegah korosi logam di udara lembap. Aluminium dapat diolah menjadi berbagai bentuk: batang, lembaran, foil, bubuk, pita, dan kawat. Teknologi pengecoran paduan aluminium telah berkembang pesat di seluruh dunia.

Pengecoran Paduan Aluminium
Untuk pengecoran paduan aluminium, paduan aluminium pada komponen dapat diperoleh secara langsung melalui proses peleburan dan pengecoran logam. Peleburan dan pengecoran aluminium meliputi proses peleburan, pemurnian, penghilangan pengotor, penghilangan gas, penghilangan terak, dan pengecoran. Cairan aluminium yang diambil dari sel elektrolitik mengandung pengotor, sehingga perlu dimurnikan sebelum dicetak. Proses utamanya adalah sebagai berikut:
(1) Bahan-bahan: Sesuai dengan jenis paduan tertentu, hitunglah jumlah berbagai komponen paduan, dan sesuaikanlah berbagai bahan baku secara tepat.
(2) Peleburan: Masukkan bahan baku ke dalam tungku peleburan sesuai dengan persyaratan proses, dan buang kotoran serta gas dalam cairan peleburan secara efektif dengan cara penghilangan gas dari aluminium dan pemurnian terak.
(3) Pengecoran: Dalam kondisi proses pengecoran tertentu, tuangkan aluminium cair ke dalam cetakan, lalu dinginkan aluminium cair tersebut melalui sistem pengecoran.

Aplikasi Paduan Aluminium
Karena aluminium memiliki banyak sifat unggul, aluminium memiliki berbagai macam aplikasi yang sangat luas.
(1) Berbagai paduan aluminium, seperti aluminium keras, aluminium tahan karat, aluminium cor, dan sebagainya. Paduan-paduan aluminium ini banyak digunakan dalam industri manufaktur, seperti pesawat terbang, mobil, kereta api, dan kapal. Selain itu, roket antariksa, pesawat ulang-alik, dan satelit juga menggunakan aluminium dan paduan aluminium dalam jumlah besar.
(2) Konduktivitas aluminium hanya kalah dari perak dan tembaga. Lapisan oksida pada permukaan aluminium tidak hanya memiliki kemampuan untuk menahan korosi, tetapi juga memiliki sifat isolasi tertentu. Oleh karena itu, aluminium memiliki berbagai macam kegunaan dalam industri manufaktur peralatan listrik, industri kawat dan kabel, serta industri radio.
(3) Aluminium merupakan konduktor panas yang baik, dan konduktivitas termalnya tiga kali lipat lebih besar daripada besi. Dalam industri, aluminium dapat digunakan untuk memproduksi berbagai penukar panas, bahan pembuangan panas, dan peralatan masak.
(4) Aluminium memiliki keuletan yang baik, sehingga dapat diolah menjadi foil aluminium, kawat aluminium, lembaran aluminium, dan berbagai produk aluminium lainnya.
(5) Karena adanya lapisan pelindung oksida yang padat pada permukaan aluminium, logam ini tidak mudah mengalami korosi. Oleh karena itu, aluminium sering digunakan untuk membuat reaktor kimia, alat-alat medis, peralatan pendingin, peralatan penyulingan minyak bumi, pipa minyak dan gas, dan sebagainya.
(6) Aluminium memiliki kilau berwarna putih keperakan. Selain itu, aluminium sering digunakan sebagai lapisan pelindung agar produk-produk besi terlindung dari korosi dan tetap terlihat indah.
(7) Pembakaran aluminium dapat menghasilkan panas yang sangat besar. Selain itu, aluminium sering digunakan untuk membuat campuran peledak, seperti bahan peledak amonium aluminium, campuran pembakaran, dan campuran pemantik.
(8) Aluminium juga digunakan sebagai deoksidator dalam proses pembuatan baja. Bahan ini memiliki peran penting dalam teknologi roket dan rudal.
(9) Pelat aluminium juga memiliki kemampuan memantulkan cahaya yang baik. Kemampuannya memantulkan radiasi ultraviolet lebih baik daripada perak. Semakin murni aluminiumnya, semakin baik pula kemampuan pemantulannya. Oleh karena itu, bahan ini sering digunakan untuk membuat reflektor berkualitas tinggi, seperti reflektor kompor surya.
(10) Aluminium memiliki kemampuan menyerap suara dan efek akustik yang baik, sehingga aluminium juga digunakan pada langit-langit ruang siaran dan bangunan modern berskala besar.
(11) Ketahanan terhadap suhu rendah. Ketika suhu aluminium rendah, kekuatannya justru meningkat alih-alih menjadi rapuh, sehingga bahan ini sangat cocok untuk perangkat yang beroperasi pada suhu rendah, seperti lemari es dan freezer.



















