Peleburan paduan aluminium merupakan proses pertama dalam rangkaian pengolahan paduan aluminium, sekaligus merupakan tahap yang sangat penting. Hal ini tercermin dalam teknologi pengolahan peleburan yang mencakup proses penambahan unsur paduan, pemurnian, dan penyempurnaan. Untuk menghilangkan inklusi non-logam dalam lelehan paduan aluminium, perlakuan fluks di dalam tungku dan teknologi filtrasi keramik berbusa di luar tungku telah menjadi cara penting untuk memurnikan cairan aluminium. Filter Pengecoran Aluminium adalah keramik berpori dengan porositas terbuka hingga 80-90%, massa jenis hanya 0,3-0,6 g/cm³, serta kerangka jaringan tiga dimensi dan struktur pori permeabel yang unik.

Setelah kotoran dalam filter pengecoran aluminium dihilangkan, kualitas ingot dapat ditingkatkan secara signifikan dan tingkat penolakan dapat dikurangi. Pengembangan bahan filter pengecoran aluminium telah berkontribusi pada beragam aplikasi di industri metalurgi. Hal ini filter cor aluminium Biasanya digunakan untuk menghasilkan struktur jaringan tiga dimensi dan busa organik sebagai media pembawa pori-pori yang saling terhubung. Bahan ini direndam dalam bubur keramik khusus yang bersifat tiksotropik, dan digunakan proses ekstrusi rol khusus untuk membuat bubur keramik tersebut merata. Lapisan tersebut diaplikasikan pada kerangka pembawa, namun metode klasiknya adalah pengeringan kering dan pemanggangan pada suhu tinggi.
Teknologi Pemurnian dengan Filter Coran Aluminium
Ada dua metode utama dalam teknologi pemurnian logam cair paduan aluminium:
Salah satunya adalah proses pemurnian bubuk fluks di dalam tungku, serta pengecoran semi-kontinu pelat filter keramik berbusa di luar tungku. Saat ini, banyak pabrik pengolahan aluminium menambahkan peralatan degassing online sebelum proses penyaringan untuk meningkatkan efektivitas pemurnian.
Yang kedua adalah penggunaan jalur pengecoran dan penggulungan berkelanjutan. Ukuran pelat Filter Pengecoran Aluminium yang digunakan bergantung pada persyaratan kebersihan aluminium cair. Semakin tinggi tingkat kebersihan aluminium cair, semakin kecil ukuran pori filter keramik busa tersebut. Seiring perkembangan berbagai teknologi pemurnian aluminium, teknologi filtrasi keramik busa merupakan proses terakhir dalam pemurnian aluminium cair.





















