Dalam cairan aluminium dan paduan aluminium, bahan pengolah aluminium adalah zat yang dapat menghilangkan gas, inklusi, dan unsur-unsur berbahaya dari cairan tersebut melalui interaksi fisik dan kimia. Bahan pengolah paduan aluminium yang umum digunakan, berdasarkan fungsinya, antara lain agen penutup, agen penghilang gas, agen pemurnian (juga dikenal sebagai agen pemurnian komposit), agen pembentuk terak (juga dikenal sebagai pemisah terak-aluminium), agen pembersih tungku, agen penghilang magnesium, dan agen penghilang gas.

Bahan pemurnian garam klorida yang umum digunakan biasanya memiliki karakteristik volatilitas tinggi, titik didih rendah, dan reaksi yang sangat kuat selama proses pemurnian. Namun, garam klorida umumnya bersifat higroskopis, dan produk akhir reaksi tersebut, yaitu aluminium klorida, memiliki tingkat toksisitas tertentu serta mencemari lingkungan. Beberapa garam klorida dapat meningkatkan kandungan pengotor logam, sehingga penggunaannya dibatasi.
Flux pemurnian aluminium komposit merujuk pada campuran garam yang terbentuk melalui pencampuran atau peleburan dua atau lebih garam tunggal. Ini merupakan jenis agen pemurnian yang paling banyak digunakan dalam industri aluminium. Pengguna dapat memilih agen pemurnian yang berbeda sesuai dengan berbagai kebutuhan, seperti fluks komposit untuk agen pemurnian, agen pembentukan terak, agen penutup, dan agen penghilang magnesium.
Kami menyediakan fluks granular dan bubuk dalam dua bentuk. Dibandingkan dengan fluks bubuk, produk granular bebas debu dan lebih efisien, serta hanya memerlukan penambahan dalam jumlah sedikit.
Persyaratan dasar untuk bahan pengikat dalam proses pemurnian aluminium adalah:
①Tidak terjadi reaksi kimia yang berbahaya bagi aluminium cair pada rentang suhu kerja.
② Proses ini memiliki kemampuan pemurnian, penutupan, atau pembentukan terak yang baik, atau mampu memenuhi persyaratan kinerja dalam menghilangkan kotoran logam.
③Titik lelehnya harus lebih rendah daripada suhu leleh dan memiliki kelancaran yang baik dalam keadaan cair; apa pun jenis fluks kompositnya, fluks tersebut harus mudah dipisahkan dari aluminium cair dan tidak menempel pada dinding tungku maupun perkakas.
④Kepadatan tersebut harus lebih kecil daripada kepadatan aluminium cair pada suhu kerja.
⑤ Keringkan hingga benar-benar kering.
⑥Sumber yang memadai, pasokan yang lancar, dan harga yang terjangkau.






