Setelah ingot aluminium digunakan dalam aplikasi industri, ingot tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori: paduan aluminium cor dan paduan aluminium yang telah mengalami pemrosesan. Pengecoran aluminium dan paduan aluminium adalah produk pengecoran aluminium yang dihasilkan melalui metode pengecoran. Aluminium yang diolah dan paduan aluminium merupakan produk olahan aluminium yang dihasilkan melalui metode pemrosesan bertekanan: pelat, strip, foil, tabung, batang, profil, kawat, dan tempa. Ingot aluminium dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan komposisinya: ingot aluminium hasil peleburan ulang, ingot aluminium kemurnian tinggi, dan ingot paduan aluminium. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, ingot aluminium dapat dibagi menjadi ingot batang, ingot bulat, ingot pelat, dan ingot berbentuk T.

Dalam proses pengecoran paduan aluminium, diperlukan banyak mesin, seperti perangkat penghilang gas, perangkat CFF, filter keramik berbusa, tangki pencucian, bahan pemurnian, dan sebagainya.
Proses produksi ingot aluminium meliputi penambangan bauksit, produksi alumina, elektrolisis aluminium, serta tahapan produksi lainnya.
Pertama-tama, bauksit ditambang, kemudian diolah menjadi bubuk bauksit melalui proses pencucian, penggilingan, dan proses lainnya, lalu alumina diperoleh melalui empat proses kompleks (seperti pemanggangan). Ada tiga jenis utama alumina yang dihasilkan dari bauksit: gibbsit, sejenis bauksit, dan boehmit monohidrat. Dari cadangan bauksit yang terbukti di dunia, 92% adalah bauksit laterit yang telah lapuk, termasuk dalam jenis gibbsit. Bauksit ini memiliki karakteristik kandungan silikon rendah, kandungan besi tinggi, dan kandungan aluminium silikon tinggi. Terutama terkonsentrasi di Afrika Barat, Oseania, serta Amerika Serikat bagian tengah dan selatan. Sisanya, yaitu 8%, merupakan bauksit sedimen, yang termasuk dalam jenis boehmite dan aluminized, dengan kadar sedang dan rendah, yang terutama tersebar di Yunani, bekas Yugoslavia, dan Hongaria.
Karena karakteristik yang berbeda dari ketiga jenis bauksit tersebut, produsen alumina telah menerapkan proses produksi yang berbeda-beda, yang terutama meliputi metode Bayer, metode sintering soda-kapur, dan metode sintering Bayer.
Secara umum, bauksit bermutu tinggi diproduksi dengan metode Bayer, sedangkan bauksit bermutu rendah diproduksi dengan metode kombinasi atau metode sintering. Proses Bayer telah menjadi metode terpenting dalam produksi alumina berkat prosesnya yang sederhana dan konsumsi energinya yang rendah. Produksinya menyumbang sekitar 95% dari total produksi alumina global. Alumina dielektrolisis menjadi logam aluminium di bawah pengaruh arus listrik yang kuat. Proses ini disebut produksi aluminium elektrolitik.






