Filter CFF, Filter Busa Keramik untuk Pengecoran, Filter Busa Keramik

Sejak metode impregnasi busa organik berhasil mengembangkan filter CFF untuk penyaringan lelehan aluminium pada tahun 1978, metode ini telah dengan cepat diadopsi di industri aluminium berkat biayanya yang rendah, efisiensi penyaringan yang tinggi, dan fleksibilitasnya. Negara-negara maju telah lebih awal melakukan penelitian dan pengembangan filter CFF untuk aluminium, disertai berbagai inovasi dan metode evaluasi. Penelitian mendalam telah dilakukan mengenai mekanisme filtrasi, bahan, proses persiapan, dan evaluasi kegunaan CFF, dan banyak hasil telah dicapai.

Filter CFF

Filter CFF

(1) Ukuran pori dari filter busa keramik terus menurun, dari nilai konvensional 20–40 ppi (jumlah lubang tidak beraturan per inci) menjadi 50–80 ppi, dan tingkat penyaringan partikel yang berukuran di bawah 20 m telah mencapai lebih dari 90%;

(2) Penggunaan lapisan aktivasi permukaan, penguatan matriks, dan teknologi lainnya untuk secara signifikan meningkatkan ketahanan termal, ketahanan terhadap erosi cairan, serta efisiensi penyaringan produk. Filter ini dapat digunakan secara terus-menerus sebanyak 2 hingga 4 kali, sedangkan satu lembar pelat dapat menyaring aluminium hingga satu kali.

(3) Gunakan teknologi seperti filtrasi bertahap, CFF komposit berlapis dengan gradien pori, serta kombinasi antara CFF dan metode filtrasi lainnya untuk meningkatkan efisiensi filtrasi. Sebagai contoh, pelat filter komposit AdTech memiliki kombinasi 30/50 ppi, 30/60 ppi, 30/70 ppi, dan kombinasi lainnya, yang efisiensinya sekitar 151 TP3T lebih tinggi daripada efisiensi filtrasi satu tahap biasa.

Tujuan evaluasi kinerja filtrasi filter CFF adalah untuk menilai dan menganalisis secara menyeluruh sistem filtrasi yang digunakan. Tujuannya adalah untuk membandingkan kapasitas filtrasi secara komprehensif, menetapkan kriteria evaluasi, membuat pemilihan filter menjadi lebih ilmiah, serta berupaya mengoptimalkan kinerja produk melalui metode filtrasi yang paling ekonomis dan masuk akal. Isi evaluasi mencakup sifat mekanis pada suhu kamar, sifat fisik dan kimia pada suhu tinggi, masa pakai, efektivitas penghilangan kontaminan, penilaian efisiensi filtrasi yang cepat dan akurat, biaya pemeliharaan, dan sebagainya. Indeks evaluasi yang paling kritis dalam efektivitas filtrasi adalah efisiensi filtrasi, yaitu tingkat penghilangan kandungan inklusi tertentu sebelum dan sesudah filtrasi lelehan.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *