Terdapat banyak jenis bahan tahan api dengan beragam kegunaan, dan metode klasifikasinya pun bermacam-macam. Berikut ini adalah beberapa yang umum digunakan
Langkah-langkah/Metode
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam 8 kategori berdasarkan komposisi kimia dan mineralnya:
1. Bahan silikon
2. Bahan silikat aluminium
3. Bahan magnesium
4. Bahan dolomit
5. Bahan kromium
6. Bahan karbon
7. Bahan zirkonium
8. Bahan tahan api khusus.
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori berdasarkan sifat kimianya:
1. Bahan tahan api asam
2. Bahan tahan api netral
3. Bahan tahan api alkali.
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat ketahanannya terhadap panas:
1. Bahan tahan api biasa memiliki ketahanan api sebesar 1580–1770 derajat.
2. Bahan tahan api canggih dengan ketahanan api sebesar 1770–2000 derajat.
3. Bahan tahan api kelas khusus dengan ketahanan api lebih dari 2000 derajat.
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam 7 kategori berdasarkan proses pembentukannya:
1. Pengolahan dan pembentukan batu alam
2. Bahan tahan api yang dipadatkan
3. Pembuatan bahan tahan api
4. Bahan tahan api berbahan dasar plastik yang dapat dibentuk
5. Pemadatan dan pembentukan bahan tahan api
6. Bahan tahan api yang dicetak dengan metode injeksi
7. Bahan tahan api untuk proses ekstrusi.
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam 4 kategori berdasarkan metode perlakuan panas:
1. Membakar menjadi batu bata
2. Dilarang membakar batu bata
3. Bahan tahan api yang belum dibentuk
4. Produk cair (cetakan).
Bahan tahan api dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori berdasarkan bentuk dan ukurannya:
1. Produk standar
2. Produk-produk umum
3. Produk dari jenis kelamin yang berlawanan
4. Produk khusus
5. Lain-lain, seperti wadah peleburan, piring, tabung, dan sebagainya.
Bahan tahan api dapat dikelompokkan menjadi:
1. Bahan tahan api untuk industri baja.
2. Bahan tahan api untuk industri logam non-besi.
5. Bahan tahan api untuk industri petrokimia.
6. Bahan tahan api untuk industri silikat (tungku kaca, tungku semen, tungku keramik, dan sebagainya).
7. Bahan tahan api untuk industri tenaga listrik (ketel uap pembangkit listrik)
8. Bahan tahan api untuk tungku pembakaran limbah dan tungku peleburan
9. Bahan tahan api yang digunakan di industri lain.






