Ada banyak jenis fluks yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium, yang dapat dibagi menjadi dua kategori: agen penutup dan agen pemurnian. Fluks penutup dapat mencegah oksidasi cairan logam dan penyerapan gas. Fluks pemurnian digunakan untuk menghilangkan gas dan menghilangkan inklusi.

Semua bahan pelebur untuk peleburan paduan aluminium harus memenuhi persyaratan berikut:
- Titik lelehnya harus lebih rendah daripada suhu leleh paduan aluminium.
- Berat jenisnya harus lebih kecil daripada berat jenis paduan aluminium.
- Bahan ini mampu menyerap dan melarutkan inklusi dalam cairan logam, serta mampu menghilangkan gas dari cairan logam tersebut.
- Bahan tersebut tidak boleh bereaksi secara kimiawi dengan logam dan lapisan tungku. Jika bereaksi dengan logam, reaksi tersebut hanya boleh menghasilkan gas inert yang tidak larut dalam logam, dan bahan pelebur tersebut harus tidak larut dalam logam cair.
- Sifat higroskopisnya harus rendah, dan tekanan uapnya harus rendah.
- Produk tersebut tidak boleh mengandung atau menghasilkan kotoran dan gas berbahaya.
- Viskositas dan kelancarannya harus sesuai.
- Mudah diproduksi dan harganya terjangkau.
Bahan Flux untuk Pengecoran digunakan secara luas dalam produksi aluminium primer dan aluminium sekunder untuk meningkatkan kualitas cairan logam dan tingkat pemulihan aluminium.
Perubahan sifat basah logam cair aluminium terhadap oksida membuat logam cair aluminium tersebut mudah dipisahkan dari oksida, sehingga sebagian besar oksida masuk ke dalam fluks dan mengurangi kandungan oksida dalam logam cair.
Flux dapat mengubah kondisi lapisan oksida pada permukaan logam cair. Hal ini disebabkan karena flux mampu memecah lapisan oksida yang padat dan rapat pada permukaan logam cair menjadi partikel-partikel halus, sehingga memungkinkan hidrogen dalam logam cair meresap dan keluar melalui celah-celah partikel pada lapisan oksida tersebut, lalu masuk ke atmosfer.
Keberadaan lapisan fluks dapat mencegah uap air di atmosfer bersentuhan dengan logam aluminium cair, menghambat masuknya hidrogen ke dalam logam aluminium cair, serta mencegah logam aluminium cair teroksidasi dan terbakar.
Flux dapat menyerap oksida dalam lelehan aluminium, sehingga lelehan tersebut dapat dimurnikan.






