Pengalaman bertahun-tahun dalam pengecoran menunjukkan bahwa fluks yang tepat untuk pengecoran aluminium merupakan faktor kunci untuk menekan biaya dan meningkatkan kualitas logam cair. Pengelasan fusi adalah cara terbaik untuk memperoleh logam yang bersih dengan mencegah pembentukan oksida berlebih, menghilangkan inklusi non-logam dari logam cair aluminium, serta mencegah dan menghilangkan penumpukan oksida pada dinding tungku. Secara historis, fluks padat dibagi menjadi empat kategori berdasarkan penggunaan dan fungsinya di bengkel pengecoran. Kategori-kategori tersebut adalah: fluks penutup, fluks penghasil dross, fluks pembersih, dan fluks pembersih dinding tungku.
Penutup fluks, fluks penghilang terak, dan bahan pembersih lelehan biasanya disebarkan, disekop, atau dilemparkan secara manual ke permukaan lelehan. Namun, penambahan terak dan bahan pembersih lelehan juga dapat dilakukan melalui injeksi bahan pembersih secara rotari atau injeksi bahan pembersih menggunakan pistol semprot.

Flux pembersih dinding tungku biasanya disemprotkan ke dinding tungku di garis peleburan (menggunakan alat semprot). Proses injeksi flux ini memasukkan flux berbentuk bubuk ke bagian bawah cairan logam dalam bentuk aliran yang tersebar halus.
Agar pembersih fluks dan fluks pemotongan dapat berfungsi secara efektif (baik dalam bentuk bubuk maupun butiran), fluks tersebut harus ditambahkan secara manual dan diaduk ke dalam logam cair agar dapat bersentuhan sebanyak mungkin dengan logam cair dan lapisan busa.
Tergantung pada ukuran tungku, proses pencampuran dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan alat pengaduk tungku, atau menggunakan forklift maupun alat berat lainnya.
Secara umum, pengadukan fluks dilakukan dalam cawan pelebur atau wadah transfer selama 1 hingga 3 menit, dan selesai dalam waktu 5 hingga 10 menit di dalam tungku reverberasi dengan kapasitas cairan tertinggi. Jika menggunakan metode injeksi fluks, aktivasi manual tidak diperlukan karena proses pencampuran dan aktivasi akan dilakukan selama siklus proses injeksi.
Perlu juga ditekankan bahwa efisiensi reaksi fluks pada pengecoran aluminium bergantung pada tiga faktor yang saling terkait: suhu logam cair, pengadukan, dan waktu aktivasi. Pengendalian yang tidak tepat terhadap faktor-faktor ini akan menyebabkan fluks pengecoran aluminium yang belum bereaksi mengapung di atas terak aluminium.






