Filter Keramik Busa Sumatra Aluminium banyak digunakan dalam bidang produksi profil aluminium, foil aluminium, dan paduan aluminium. Dalam proses peleburan dan pengecoran ingot aluminium, penghilangan inklusi berukuran besar dalam aluminium cair serta penyerapan partikel inklusi berukuran mikron dapat meningkatkan kualitas permukaan, meningkatkan kinerja produk, memperbaiki struktur mikro, serta meningkatkan tingkat hasil produk jadi.
Parameter Filter Keramik Busa Sumatra Aluminium
178×178×50 mm, 230×230×50 mm, 305×305×50 mm, 381×381×50 mm, 432×432×50 mm, 508×508×50 mm, 584×584×50 mm, Sebanyak tujuh spesifikasi utama produk pelat filter keramik berbahan busa. Spesifikasi dan model lainnya adalah diperlukan. Baik penawaran maupun permintaan dapat dinegosiasikan oleh kedua belah pihak.
AdTech yang dirancang khusus Filter Busa Keramik terbuat dari bahan baku dasar Aluminium Oksida. Produk ini diproduksi dengan tingkat porositas yang bervariasi antara 10 hingga 60 pori per inci (PPI). Selain itu, set kombo diproduksi dengan tingkat porositas 20–30 PPI, dan tersedia pilihan lain. Filter dengan berbagai ukuran serta filter yang dibuat sesuai pesanan diproduksi sesuai spesifikasi.

Fitur Filter Busa Keramik:
– Struktur pori yang homogen
– Kekuatan permukaan yang tinggi
– Tahan suhu hingga 1100°C
– Ketahanan yang sangat baik terhadap bahan kimia yang digunakan di bengkel pengecoran
United Arab Emirates Global Aluminium Company (EGA) pada hari Selasa mengumumkan kesepakatan dengan PT Indonesia Asahan Aluminium Company (INALUM) untuk memberikan bantuan teknis seiring dengan upaya INALUM dalam melakukan modernisasi pabrik peleburan aluminiumnya di Sumatera Utara.
Perusahaan tersebut akan memperbarui teknologi INALUM yang sudah ada sejak hampir 40 tahun lalu, kata mereka. Proyek yang berlangsung selama 18 bulan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi aluminium di pabrik tersebut sebesar 20.000 ton per tahun.
Selain itu, kedua perusahaan telah menandatangani perpanjangan nota kesepahaman untuk mempertimbangkan pembangunan pabrik peleburan aluminium lainnya di Indonesia dengan menggunakan teknologi produksi milik EGA.
CEO EGA, Abdulnasser Bin Kalban, mengatakan, “Teknologi dan keahlian yang dikembangkan oleh EGA di UEA termasuk yang terbaik di dunia dalam hal efisiensi, keekonomisan, dan keberlanjutan.”. “Hal ini menjadi kebanggaan bagi UEA karena teknologi kami diakui secara luas di seluruh dunia.”






