Filter Pengecoran Logam, Filter Busa Keramik Alumina

Dalam proses penuangan, sebagian besar logam cair mengisi rongga dalam keadaan turbulen, terutama pada tahap awal penuangan, di mana logam cair masuk ke dalam rongga dari ketinggian tertentu. Berkat jalur aliran yang berliku-liku dan berbelok pada filter busa keramik, kemampuan filter ini untuk mengubah aliran logam cair dari aliran turbulen menjadi aliran laminar sangat baik. Filter pengecoran logam ini membuat logam cair dengan aliran turbulen yang kuat menjadi aliran laminar.

Setelah logam cair melewati filter busa keramik, logam tersebut harus melewati zona transisi yang lebih panjang sebelum kembali ke keadaan turbulen semula. Di zona transisi ini, aliran cairan tidak dapat lagi berkembang menjadi aliran turbulen atau turbulensi kecil, sehingga mencegah terjadinya oksidasi sekunder pada logam dan erosi cetakan, yang pada gilirannya mencegah pembentukan inklusi oksida sekunder yang menyumbat terak.

Lelehan aluminium pada tahap awal mengalir melalui pori-pori filter pengecoran logam, dan untuk itu perlu mengatasi tegangan permukaan, aliran sepanjang jalur, serta hambatan aliran lokal; oleh karena itu, harus terdapat tekanan awal tertentu.

Filter Pengecoran Logam

Hanya tekanan awal lelehan aluminium yang memenuhi syarat, dan lelehan aluminium tersebut dapat disaring melalui pori-pori pelat saring. Jika tidak, proses penyaringan lelehan aluminium akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, tekanan awal merupakan kunci kemampuan pembentukan lapisan filter. Ukuran pori pelat filter, suhu lelehan, dan komposisi kimia merupakan faktor-faktor yang memengaruhi tekanan awal tersebut.

Dalam penggunaannya, diketahui bahwa kedalaman indentasi awal umumnya berkisar dalam milimeter. Setelah filter pengecoran logam memasuki kondisi kerja, yaitu kondisi mapan, ketinggian tekanan sekitar milimeter untuk memastikan proses filtrasi berjalan lancar.

Pada tahap awal proses penyaringan pengecoran logam, suhu aluminium cair awalnya menurun karena filter menyerap panas dari aluminium cair tersebut. Agar aluminium cair tetap memiliki kelancaran yang cukup pada tahap awal, suhunya biasanya tidak boleh lebih rendah dari itu, dan pelat filter harus dipanaskan terlebih dahulu secara memadai sebelum digunakan; suhu yang lebih tinggi lebih disarankan.

Secara umum, semakin kecil pori-pori pada Filter Busa Keramik Alumina, semakin banyak partikel yang disaring; semakin tebal pelat saringnya, semakin kecil ukuran partikel yang tersaring, artinya semakin tinggi tingkat ketelitian penyaringannya.

Leave a Reply