Dalam sistem pengecoran konvensional, saluran logam biasanya memiliki sejumlah lubang pembuangan logam, dan membentang melintasi sejumlah stasiun pengecoran yang sama. Secara umum, tidak praktis untuk menyediakan penyangga vertikal eksternal bagi saluran tersebut pada posisi-posisi antara di sepanjang panjangnya. Sebaliknya, saluran tersebut disangga pada kedua ujungnya, dan dirancang dengan kekuatan struktural yang memadai untuk menopang beratnya sendiri serta berat aluminium cair yang terkandung di dalamnya.
Namun, sistem pendeteksi ketinggian logam tidak hanya menuntut agar saluran pembuangan cukup kuat untuk menopang dirinya sendiri, tetapi juga cukup kuat untuk membentuk dan mempertahankan platform pengukuran yang stabil, yang dapat digunakan untuk mengukur ketinggian logam cair.

Dengan demikian, ketinggian logam cair dikendalikan dan dijaga agar tetap sejajar dengan ketinggian saluran distribusi logam. Setiap perubahan ketinggian saluran tersebut akan menyebabkan perubahan yang sebanding pada ketinggian aluminium cair di dalam stasiun pengecoran yang berada di bawahnya. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menyediakan saluran distribusi logam yang tahan terhadap pergerakan atau lenturan pada arah vertikal.
Pembengkokan saluran distribusi secara vertikal disebabkan oleh dua hal: variasi dalam jumlah dan berat aluminium cair yang terkandung di dalamnya, serta gradien suhu vertikal yang terjadi pada bagian-bagian struktural saluran distribusi logam. Pembengkokan akibat penyebab pertama dapat dikurangi dengan memberikan penguatan struktural sepanjang saluran distribusi logam. Namun, penguatan struktural tidak efektif terhadap pembengkokan saluran yang disebabkan oleh panas.
Logam cair dengan kelenturan rendah saluran distribusi terdiri dari balok struktural memanjang yang membentang melintasi sejumlah stasiun pengecoran. Sejumlah sensor ketinggian logam menjulur ke bawah dari balok struktural memanjang tersebut untuk mengukur ketinggian logam cair di stasiun-stasiun pengecoran logam yang berada di bawahnya. Sejumlah gantungan tahan api berbentuk huruf U yang berjarak terpisah ditopang di dalam balok struktural tersebut untuk membentuk saluran tahan api.
Lapisan tahan api dimasukkan ke dalam gantungan tahan api untuk membentuk sebuah saluran logam cair di dalam balok struktural. Gantungan-gantungan tersebut diberi jarak satu sama lain dan ditopang oleh balok struktural sedemikian rupa sehingga memungkinkan gantungan-gantungan tersebut mengembang dan berkontraksi relatif terhadap balok struktural tanpa menyebabkan balok struktural tersebut mengalami pengembang-kontraksi. Dinding gantungan tahan api tersebut didinginkan dengan udara untuk mengurangi perpindahan panas dari gantungan tahan api ke balok struktural.






