Filter busa keramik akan selalu mencegah masuknya partikel asing ke dalam coran aluminium cair, dan kekerasan sampel yang disaring menggunakan filter busa keramik tersebut pun meningkat. Filter busa keramik untuk aluminium cair merupakan metode yang praktis, murah, dan efektif untuk mengurangi cacat permukaan pada coran.
Fitur Filter Busa Keramik untuk Penyaringan Aluminium Cair
- Ekonomi produksi
- Dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran
- Memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap guncangan termal
- Nilai permeabilitas yang dapat diterima
- Tahan terhadap korosi kimia dari paduan aluminium cair

Bahan baku untuk Filter Aluminium Cair
Alumina merupakan komponen bahan terpenting dalam bubur keramik paduan aluminium. Silikon karbida, zirkonium oksida, kromium oksida, dan magnesium oksida masing-masing merupakan komponen terpenting dalam komposisi bahan filter untuk besi cor, paduan baja, paduan tembaga, dan paduan magnesium.
Al₂O₃ diperlukan sebagai filter busa keramik untuk menyaring paduan aluminium karena aluminium oksida memiliki sifat basa yang mampu menahan serangan kimia dari aluminium cair.
Karbon, bentonit, dan silikon karbida memiliki kandungan sebesar 20 hingga 30% berdasarkan berat, dan merupakan bahan tahan api yang berfungsi sebagai bahan tambahan lainnya karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dalam komposisi filter.
Bentonit adalah tanah liat alami yang terdiri dari aluminium dan silikat, biasanya mengandung sedikit magnesium dan besi. Telah diketahui bahwa bentonit merupakan bahan tambahan yang penting. Bentonit berfungsi sebagai pengikat dan menghasilkan fase kaca selama proses pembakaran, sehingga meningkatkan kekuatan produk akhir. Selain itu, bentonit membantu mengontrol keseragaman bubur pada bahan busa organik.
Bahan pengikat memberikan kekuatan yang cukup untuk menyatukan campuran tersebut sehingga terbentuklah produk akhir. Bahan pengikat dalam penemuan ini adalah natrium silikat.
Secara umum, campuran suspensi tersebut mengandung pengikat dan air dalam perbandingan 10% hingga 40%. Kandungan air tersebut hanya berfungsi untuk memberikan fluiditas yang tepat agar busa polimer dapat terendam dalam slurry berbasis air dan melapisi spons. Komponen air digunakan untuk membantu mengontrol viskositas slurry berbasis air, yang dapat meresap ke dalam busa dengan slurry tersebut.






