Proses Peleburan Paduan Aluminium, Penghilangan Terak, Pemurnian Aluminium

Tugas utama dalam proses peleburan paduan aluminium adalah memasukkan bahan baku logam dengan proporsi tertentu ke dalam tungku. Setelah dipanaskan dan dilelehkan hingga menjadi cairan logam, komposisi cairan logam tersebut disesuaikan agar menghasilkan cairan paduan yang memenuhi persyaratan. Dalam proses peleburan, diterapkan metode yang sesuai untuk mengendalikan kandungan gas dan pengotor teroksidasi agar memenuhi komposisi yang ditentukan, serta memastikan bahwa hasil coran mendapatkan cairan paduan berkualitas tinggi.

Proses Peleburan Paduan Aluminium

Karena sifat-sifat unsur aluminium, paduan aluminium cenderung mengalami penguapan yang hebat dan mudah teroksidasi. Oleh karena itu, penghilangan gas dan kotoran telah menjadi masalah utama dalam proses peleburan paduan aluminium. Untuk memperoleh cairan paduan aluminium berkualitas tinggi, diperlukan pengendalian yang ketat terhadap proses peleburan dan menerapkan berbagai cara untuk mengendalikannya dari segala sisi.

Proses Peleburan Paduan Aluminium

Pemuatan tungku → peleburan (penambahan tembaga, seng, silikon, dll.) → penghilangan terak → penambahan magnesium, berilium, dll. → pencampuran → pengambilan sampel → penyesuaian komposisi bahan → pencampuran → cairan logam → penghilangan terak → konverter → transformasi cairan logam dan pendinginan → pengecoran.

Pengisian Tungku

Metode pemuatan tungku yang benar sangat penting untuk mengurangi kerugian pembakaran logam dan mempersingkat waktu peleburan. Letakkan satu lapisan ingot aluminium di dasar tungku, masukkan bahan yang mudah terbakar, lalu tekan dengan ingot aluminium. Bahan muatan tungku yang memiliki titik leleh lebih rendah ditempatkan pada lapisan atas, sehingga meleleh lebih dulu, mengalir ke bawah untuk menutupi bahan yang mudah terbakar di bawahnya, dan dengan demikian mengurangi kerugian akibat pembakaran. Berbagai bahan muatan tungku harus didistribusikan secara merata dan seimbang.

Mencair

Proses dan kecepatan peleburan memiliki pengaruh yang penting terhadap kualitas ingot aluminium. Perlu diperhatikan agar tidak terjadi pemanasan berlebihan selama proses peleburan. Setelah permukaan lelehan bahan baku menjadi rata, lelehan harus diaduk dengan benar agar suhunya merata, yang bermanfaat untuk mempercepat proses peleburan. Waktu peleburan yang terlalu lama akan mengurangi hasil produksi dan meningkatkan kandungan gas dalam lelehan. Oleh karena itu, jika waktu peleburan terlalu lama, lelehan harus dimurnikan dua kali.

Pengangkatan Terak

Ketika bahan baku telah sepenuhnya meleleh hingga mencapai suhu leleh, terak dapat terbentuk. Taburkan bubuk fluks sebelum proses pembentukan terak. Penghilangan terak harus dilakukan sedapat mungkin secara menyeluruh, karena keberadaan terak dapat dengan mudah mencemari logam dan meningkatkan kandungan gas dalam cairan logam.

Proses Pengecoran Aluminium

Menambahkan Paduan

Setelah terak dibuang, komponen paduan dapat ditambahkan ke dalam lelehan. Pencampuran harus dilakukan sebelum pengambilan sampel dan setelah penyesuaian komposisi bahan. Pencampuran harus dilakukan secara stabil tanpa merusak lapisan oksida pada permukaan lelehan. Setelah lelehan tercampur secara merata, sampel harus segera diambil untuk analisis pra-tungku. Apabila komposisinya tidak memenuhi persyaratan standar, maka perlu ditambahkan atau dikurangi.

Setelah komposisinya disesuaikan, ketika suhu lelehan sudah memenuhi persyaratan, endapan di permukaan dibuang, dan cairan aluminium mengalir ke tahap berikutnya melalui saluran pengecoran.

Pemurnian

Aluminium cair tersebut perlu menjalani proses pemurnian lanjutan melalui unit penghilang gas dan penyaringan. Jika kualitas cairan aluminiumnya lebih baik, para pekerja dapat melanjutkan ke tahap pengecoran berikutnya.

Leave a Reply