Flux pengecoran banyak digunakan dalam produksi aluminium primer dan aluminium sekunder untuk meningkatkan kualitas cairan logam dan tingkat pemulihan aluminium.

Dalam proses peleburan aluminium dan paduan aluminium, inklusi hidrogen dan oksida merupakan zat utama yang mencemari cairan aluminium. Aluminium sangat mudah bereaksi dengan oksigen untuk membentuk alumina. Pada saat yang sama, aluminium juga sangat mudah menyerap gas (H), yang kandungan gas tersebut mencapai 70-90% dari total gas dalam lelehan aluminium. Lubang cacat utama dan inklusi terak pada paduan aluminium cor disebabkan oleh sisa partikel padat seperti gas dan oksida dalam paduan tersebut. Oleh karena itu, untuk mendapatkan lelehan berkualitas tinggi, tidak hanya diperlukan pemilihan proses peleburan yang tepat dan wajar, tetapi juga proses pemurnian dan penyempurnaan lelehan sangatlah penting.
Terdapat banyak metode untuk memurnikan dan menyempurnakan logam cair aluminium dan paduan aluminium, yang terutama meliputi metode pengapungan, pemurnian fluks metode, metode filtrasi lelehan, metode vakum, dan metode gabungan.
Fungsi Fluks Pengecoran
- Mengubah sifat basah logam aluminium cair terhadap oksida (alumina), sehingga logam aluminium cair mudah dipisahkan dari oksida. Akibatnya, sebagian besar oksida masuk ke dalam fluks dan kandungan oksida dalam logam cair pun berkurang.
- Flux pengecoran dapat mengubah kondisi lapisan oksida pada permukaan logam cair. Hal ini disebabkan karena flux tersebut mampu memecah lapisan oksida yang padat dan rapat pada permukaan logam cair menjadi partikel-partikel halus, sehingga memungkinkan hidrogen dalam logam cair untuk keluar melalui celah-celah partikel lapisan oksida dan masuk ke atmosfer.
- Keberadaan lapisan fluks dapat mengisolasi kontak antara uap air di atmosfer dan logam aluminium cair, sehingga menyulitkan hidrogen untuk masuk ke dalam logam aluminium cair, sekaligus mencegah logam cair tersebut teroksidasi dan terbakar.
- Flux pengecoran dapat menyerap oksida dalam lelehan aluminium, sehingga lelehan tersebut dapat dimurnikan. Singkatnya, peran flux dalam proses pemurnian untuk menghilangkan inklusi terutama dicapai melalui adsorpsi, pelarutan, dan interaksi kimia dengan lapisan oksida serta inklusi non-logam dalam lelehan.
Ada banyak jenis fluks yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium, yang dapat dibagi menjadi dua kategori: bahan penutup (fluks untuk mencegah oksidasi dan pembakaran cairan logam serta menyerap gas) dan bahan pemurnian (fluks untuk menghilangkan gas dan menghilangkan inklusi). Pada paduan aluminium yang berbeda, jenis bahan penutup dan bahan pemurnian yang digunakan pun berbeda.
Metode pemurnian dengan fluks memiliki efek yang baik dalam menghilangkan inklusi non-logam, namun tingkat kemurnian dalam menghilangkan inklusi non-logam pada cairan logam tidak hanya berkaitan dengan sifat fisik dan kimia fluks, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi proses pemurnian, seperti jumlah fluks, waktu kontak antara fluks dan cairan logam, luas permukaan kontak, kondisi pengadukan, suhu, dan sebagainya.





















