Pemurnian dengan fluks pada aluminium cair merupakan bagian penting dari proses pemurnian logam cair. Metode ini merupakan salah satu metode pemurnian dalam tungku, dan menjadi jaminan dasar bagi proses pemurnian logam cair.

Ketika bahan pelebur bereaksi pada permukaan logam aluminium cair, bahan pelebur tersebut akan menyerap endapan di permukaan logam cair dan berperan dalam menghilangkan terak. Bahan pelebur tersebut disebut Flux Drossing. Situasi sebaliknya terjadi ketika fluks bekerja pada permukaan lelehan aluminium. Fluks berada di atas lelehan aluminium. Luas permukaan lelehan semakin melebar, dan fluks berperan sebagai penutup; semakin baik efek penutupannya, fluks tersebut disebut sebagai Penutup Fluks. Ketika bahan pelebur bekerja pada bagian dalam lelehan aluminium, buanglah terak dalam lelehan aluminium tersebut dalam kondisi yang sama. Semakin baik hasilnya, maka bahan pelebur yang dirancang berdasarkan prinsip ini disebut Flux Pemurnian.
Lama waktu paparan fluks dalam cairan logam memiliki dampak langsung terhadap efektivitas pemurnian aluminium cair oleh fluks. Semakin lama fluks berada di dalam logam cair, semakin optimal interaksi antara fluks dan inklusi di dalam logam cair, serta semakin besar kemungkinan untuk menangkap inklusi tersebut. Semakin besar inklusi yang ditangkap, semakin baik pula efek pemurnian logam cair. Namun, jika fluks berada di dalam logam cair terlalu lama, hal ini juga akan menimbulkan efek yang merugikan.
Semakin tinggi suhu lelehan, semakin besar diameter partikel fluks, semakin besar perbedaan kepadatan antara fluks dan lelehan, semakin tinggi kecepatan mengapung, semakin besar bilangan Reynolds, dan semakin kecil koefisien hambatan. Pada kedalaman kolam lelehan yang sama, probabilitas fluks menjebak inklusi relatif lebih rendah. Dalam kondisi yang sama, dengan menggunakan fluks dengan berat jenis besar, gelembung berukuran kecil, dan pemurnian pada suhu rendah, fluks akan mengapung lebih lama, dan fluks seri NaCl-KCl lebih sensitif terhadap suhu lelehan dan diameter tetesan. Dibandingkan dengan fluks seri NaCl-KCl, MgCl₂ digunakan. - Fluks seri KCl memiliki waktu mengapung yang lebih lama dan tidak akan memasukkan unsur Na.





















