Penggunaan Utama Peralatan Pengecoran untuk Pengecoran Paduan Aluminium

Saat melakukan pengecoran menggunakan peralatan pengecoran hot top yang baru, logam cair bersuhu tinggi di saluran distribusi langsung mengalir ke pusat rongga cair ingot, sehingga membentuk rongga cair yang dalam dan tajam. Terdapat tegangan tarik yang besar di bagian bawah rongga cair tersebut, yang berpotensi menyebabkan retakan di bagian tengah.

Pengecoran dengan Suhu Tinggi

Untuk mengendalikan retakan di bagian tengah, perlu diambil langkah-langkah guna mencegah aliran cairan langsung menuju bagian tengah rongga cairan dan memastikan aliran tersebut merata ke tepi ingot. Pada saat yang sama, suhu cairan yang mengalir ke tepi ingot ditingkatkan, yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya retakan di bagian tengah.

Suhu logam cair yang mengalir ke bagian tepi ingot relatif rendah, dan terdapat kecenderungan terjadinya cold shut saat melakukan pengecoran ingot berdiameter besar. Logam cair yang dimasukkan dari tabung aliran ke dalam cetakan mengalir ke bagian tepi ingot

① Kecepatan aliran logam cair yang mengalir ke tepi ingot relatif lambat akibat adanya hambatan pada permukaan bawah pipa pemandu atau pelat transisi cor.

② Akibat konduksi panas dari pipa pemandu dan pelat transisi, suhu logam cair yang mengalir ke bagian tepi ingot menjadi rendah.

③ Di bawah pengaruh prinsip resistansi minimum, lelehan bersuhu tinggi dari mendistribusikan cucian kebanyakan mengalir ke bagian tengah rongga cair, jarang ke tepi ingot.

Oleh karena itu, saat menggunakan peralatan pengecoran hot top yang baru, terdapat kecenderungan terjadinya cacat cold shut di sekitar ingot. Saat melakukan pengecoran ingot berdiameter besar, biasanya diperlukan pengurangan kecepatan pengecoran untuk mencegah retakan di bagian tengah ingot. Akibat penurunan kecepatan dan laju aliran, hal ini lebih mudah menyebabkan terjadinya cacat cold shut.

Cacat inklusi gas dan terak nonlogam mudah terjadi akibat kondisi pembuangan gas dan terak yang buruk dalam proses pengecoran. Polusi sekunder pada logam cair setelah proses degassing dan penghilangan terak sulit dihindari saat logam cair tersebut mengalir melalui sistem saluran pengecoran. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan proses penghilangan gas dan penghilangan terak pada cairan logam, serta menghindari polusi sekunder pada sistem saluran saat menggunakan bahan baru peralatan pengecoran panas.

Leave a Reply