Ujung cor untuk pengecoran kontinu umumnya terbuat dari bahan keramik berdensitas rendah yang mampu menahan keausan dan guncangan termal akibat kontak dengan aluminium cair, seperti papan serat keramik yang dibentuk sesuai bentuk yang diperlukan. Karena kepadatan bahan-bahan ini yang rendah, konduktivitas termalnya juga rendah dan dapat memberikan tingkat isolasi termal tertentu bagi aluminium cair di ujung caster. Namun, setelah periode produksi tertentu, bahan-bahan ini dapat mengalami serangan kimia dan keausan. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya berbagai pengotor di dalam struktur ujung caster, dan pada akhirnya menyebabkan terhentinya gerakan pengecoran sebelum waktunya.

Idealnya, distribusi panas logam cair yang keluar dari ujung cor harus seragam mungkin sepanjang ujung cor tersebut. Lebar ujung roda dan panjang nosel untuk pengecoran kontinu dapat berkisar antara 0,3 m hingga 2,5 m. Logam cair yang keluar dari ujung cor dan nosel biasanya berada dalam kondisi terpanas di area tengah, serta dalam kondisi adiabatik di kedua ujung luar ujung cor. Daerah yang lebih dingin biasanya terletak di sebelah kiri dan kanan daerah tengah, antara daerah tengah dan daerah ujung ujung cor. Perbedaan suhu ini akan memengaruhi keseragaman proses pengecoran dan kualitas strip logam hasil cor.
Pada mesin pengecoran kontinu dua rol yang umum, aluminium cair dialirkan dari ujung coran yang ramping ke celah di antara dua rol berpendingin air yang berputar berlawanan arah. Aluminium cair tersebut mendingin saat bersentuhan dengan rol-rol tersebut dan mengeras saat melewati celah di antara rol-rol tersebut, sehingga membentuk lembaran logam cor yang lebar dengan ketebalan seragam. Selama logam cair terus disuplai ke mesin pengecoran, proses pengecoran dapat berlangsung secara terus-menerus.





















