Filter keramik berbusa untuk penyaringan pengecoran aluminium sangat penting bagi pengendalian kualitas aluminium. Filter ini dapat menghilangkan inklusi non-logam cair dan padat primer maupun sekunder dalam logam cair, menyederhanakan sistem pengecoran, mencegah cacat inklusi, meningkatkan sifat mekanis hasil pengecoran, mengurangi toleransi pemesinan pada hasil pengecoran, meningkatkan kualitas permukaan hasil pengecoran, serta memperpanjang umur alat pemesinan.
Berkenaan dengan penelitian mengenai mekanisme filtrasi dan pemurnian logam, terdapat beberapa pandangan utama, yaitu mekanisme filtrasi lapisan dalam, mekanisme pemisahan apung, dan mekanisme adsorpsi.
Di dalam filter keramik berbusa, jalur yang dilalui aliran lelehan itu berliku-liku.
Hal ini dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan partikel inklusi bersentuhan dengan filter. Laju aliran dan arah aliran logam cair berubah lebih cepat, sehingga inklusi-inklusi halus dalam logam cair terperangkap dan tertinggal pada titik tertentu untuk kemudian ditahan.

Filter lapisan dalam dan filter keramik banyak digunakan dalam penyaringan aluminium cair. Sebuah model matematis yang menggambarkan proses filtrasi aluminium cair telah diusulkan dan diverifikasi secara eksperimental.
Filter lapisan dalam yang terdiri dari partikel Al₂O₃ berbentuk tabular (di mana tinggi lapisan dan ukuran partikel Al₂O₃ bervariasi) serta filter keramik berpori terbuka digunakan untuk menghilangkan “inklusi sintetis” TiB₂ dari cairan logam. Kinetika penangkapan inklusi untuk kedua jenis filter ini telah dievaluasi dan dikuantifikasi berdasarkan parameter kinetika Ko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses filtrasi, filter keramik berpori terbuka berperilaku serupa dengan filter lapisan dalam. Namun, seiring berjalannya proses filtrasi, mode filtrasi kue menjadi dominan. Pada kedua jenis filter tersebut, efisiensi filtrasi terbukti sangat bergantung pada kecepatan pendekatan cairan logam.
Filter keramik berbahan busa untuk pengecoran aluminium dapat mengurangi pori-pori pada hasil cor, mengurangi aliran urat saat proses penuangan, mengurangi cacat permukaan, serta secara nyata meningkatkan tingkat keberhasilan produk akhir.
Ukuran tersedia dalam bentuk persegi dan bentuk geometris khusus. Ukuran berkisar antara 10 mm hingga 600 mm, dengan ketebalan 10–50 mm. Porositas yang paling umum adalah 10 ppi, 20 ppi, 30 ppi, 40 ppi, 50 ppi, dan 60 ppi. Porositas yang lebih tinggi tersedia berdasarkan permintaan. Filter yang dipotong sesuai ukuran khusus juga dapat dibuat.






