Filter Keramik Berbusa untuk Aluminium Cair | Kotak CFF

Inklusi dan gas dalam logam memiliki dampak signifikan terhadap kekuatan, ketahanan lelah, ketahanan korosi, serta kinerja terhadap retak korosi tegangan. Pengendalian yang efektif terhadap inklusi teroksidasi dalam cairan logam dapat meningkatkan kualitas batang cor dan pelat canai, sehingga hal ini telah menjadi tujuan bersama yang diupayakan oleh industri metalurgi, pengecoran, dan material di berbagai negara. Saat ini, metode filtrasi dan pemurnian banyak digunakan untuk menghilangkan inklusi dalam logam cair paduan aluminium. Praktik telah membuktikan bahwa pelat filter keramik berbusa saat ini merupakan alat paling efektif untuk menghilangkan inklusi teroksidasi dalam aluminium cair.

Filter Keramik Berbusa

IKesimpulan dalam Aaluminium Alloys

Beberapa inklusi dalam paduan aluminium berasal langsung dari bahan baku, sedangkan sebagian besar terbentuk selama proses peleburan dan penuangan, terutama inklusi oksida. Semua inklusi yang terbentuk sebelum pengecoran disebut inklusi oksidasi primer. Inklusi-inklusi tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan ukurannya: yang pertama adalah inklusi besar dengan distribusi yang tidak merata dalam struktur makro, yang menyebabkan struktur paduan menjadi tidak kontinu dan mengurangi kepadatan coran. Inklusi ini menjadi sumber korosi dan retakan, sehingga secara signifikan mengurangi kekuatan dan plastisitas paduan.

Yang lainnya adalah inklusi dispersi halus; inklusi ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya setelah proses pemurnian. Hal ini meningkatkan viskositas logam cair, serta mengurangi kemampuan aluminium untuk menyusut saat membeku.

Inklusi oksidasi sekunder terutama terbentuk selama proses pengecoran. Selama pengecoran, cairan aluminium bersentuhan dengan udara, dan oksigen serta aluminium bereaksi untuk membentuk inklusi teroksidasi. Paduan aluminium bersentuhan dengan berbagai komponen dalam gas tungku selama proses peleburan sehingga membentuk senyawa, seperti Al₂O₃. Al₂O₃ dalam cairan aluminium akan meningkatkan kandungan hidrogen pada sisa lelehan aluminium. Oleh karena itu, kandungan Al₂O₃ dalam cairan aluminium memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan pori-pori pada coran aluminium.

Filter Keramik Berbusa

Filter Keramik Berbusa Ppemurnian Mmetode

Teknologi filter keramik berbusa muncul pada tahun 1970-an dan telah digunakan secara luas di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Prancis, Australia, dan Swiss. Ini merupakan metode paling efektif untuk menghilangkan inklusi dalam lelehan aluminium. Praktik telah membuktikan bahwa pelat filter keramik berbusa saat ini merupakan alat paling efektif untuk menghilangkan inklusi teroksidasi dalam aluminium cair. Filtrasi serat pada umumnya hanya dapat menghilangkan inklusi berukuran besar, sedangkan pelat filter keramik berbusa dapat menyaring inklusi berukuran besar dan inklusi halus secara bersamaan.

Pelat filter keramik berbusa memiliki struktur jaring berlapis-lapis dan lubang-lubang tembus multidimensi, di mana lubang-lubang tersebut saling terhubung. Saat proses penyaringan berlangsung, cairan aluminium membawa inklusi-inklusi tersebut melalui saluran dan pori-pori yang berliku-liku, lalu langsung ditangkap, diserap, dan diendapkan saat bersentuhan dengan kerangka berbusa pada pelat filter. Saat logam cair mengalir di dalam lubang, saluran pada pelat saringan berbentuk melengkung, sehingga aliran logam cair yang melewati saluran tersebut berubah arah. Akibatnya, inklusi bertabrakan dengan dinding lubang yang berfungsi sebagai landasan dan menempel erat pada dinding lubang tersebut.

Keramik Busa FPemasok Filter

Pelat filter keramik berbusa AdTech dipasang di dalam Kotak filter CFF. Cairan aluminium mengalir keluar dari mulut tungku melalui kotak saringan, lalu masuk ke pelat pembagi melalui alur aliran. Seiring bertambahnya waktu penyaringan, inklusi pada permukaan pelat saringan dan dinding lubang semakin menumpuk, sehingga laju aliran penyaringan menurun. Pemilihan pelat saringan harus didasarkan pada aliran cairan aluminium. Kedua, kebersihan cairan logam, kandungan inklusi maksimum, dan total kapasitas aliran pelat saringan harus dipertimbangkan. Hal ini terutama ditentukan oleh ukuran dan porositas pelat saringan. Semakin besar porositas pelat saringan, semakin buruk pula efektivitas penghilangan terak. Untuk coran aluminium dengan persyaratan yang sangat ketat, Anda sebaiknya memilih pelat saringan dengan pori-pori yang kecil.

Leave a Reply