Setelah lebih dari setengah abad mengalami perkembangan, teknologi pengecoran dan penggulungan berkelanjutan untuk lembaran aluminium, baik di dalam maupun luar negeri, telah berkembang pesat.

Teknologi Pengecoran dan Penggulungan Berkelanjutan
Aluminium cair yang dihasilkan dari proses peleburan dan pemeliharaan suhu ingot aluminium, serta aluminium cair yang dihasilkan melalui tungku peleburan aluminium dan tungku penahan, masuk ke dalam perangkat filter penghilang gas pada aluminium cair melalui saluran aluminium cair. Setelah proses penghilangan gas dan penyaringan, aluminium cair tersebut masuk ke kotak depan melalui saluran pembuangan keramik. Aluminium cair di dalam kotak depan masuk ke celah rol mesin pengecoran-penggulungan melalui nosel pengecoran. Kedua rol mesin pengecoran-penggulungan didinginkan dengan air. Aluminium cair dipaksa mendingin di celah antara rol pengecoran, kemudian mengkristal dan mengeras, serta menyelesaikan dua proses pengkristalan dan pemanasan oleh rol pengecoran, yang terjadi dalam interval singkat (zona pengecoran) dan diselesaikan dalam waktu singkat untuk membentuk strip aluminium. Bagian ujung lembaran aluminium mentah dikirim ke mesin pemotong hidrolik melalui rol pemandu dan rol penjepit. Lembaran aluminium masuk ke mesin penggulung melalui rol deflektor setelah bagian ujung yang dipotong. Gulungan mesin penggulung dilengkapi dengan rahang penjepit; ujung lembaran aluminium masuk ke dalam rahang tersebut, lalu gulungan dikencangkan dan diputar untuk menggulung lembaran aluminium menjadi gulungan. Rol pemandu keluar, rol penjepit, dan rol deflektor dari rol pengecoran dalam unit ini semuanya dilengkapi dengan pendinginan air wajib. Saluran aliran antara mulut tungku dan perangkat filter degassing dilengkapi dengan pengatur ketinggian cairan untuk aluminium cair.
Saluran pengangkut (conveying launder) adalah saluran penahan panas untuk mengangkut aluminium cair. Cangkang saluran tersebut dilas dari pelat baja, dan di bagian dalamnya dipasang tangki berbentuk huruf U yang terbuat dari bahan isolasi termal. Saluran pengangkut sebaiknya dirancang sedapat mungkin sesingkat mungkin, dan pada saat yang sama, sebaiknya kedap udara. Hal ini dapat mencegah penurunan suhu aluminium cair yang berlebihan, dan kedua, dapat mencegah terjadinya polusi sekunder pada aluminium cair. Saat ini, saluran tertutup berpenutup (capped closed runners) banyak digunakan di Tiongkok. Untuk memudahkan pemeliharaan, saluran tersebut sebaiknya dapat digerakkan atau dilepas.





















