Filter busa keramik alumina cocok untuk penyaringan dan pemurnian aluminium serta paduan aluminium. Filter ini terbuat dari campuran alumina, silika, talc, dan kaolin yang diolah menjadi bubuk keramik, kemudian ditambahkan poli vinil alkohol, sol silika, dan air untuk membuat bubur. Busa poliuretan digunakan sebagai media pembawa, yang kemudian diresapi dengan bubur tersebut, lalu diekstrusi untuk membentuk benda setengah jadi. Benda setengah jadi tersebut dimasukkan ke dalam kotak pengeringan dan dikeringkan serta dikeraskan pada suhu 100–110 °C. Setelah pengeringan, blank tersebut dimasukkan ke dalam tungku sintering, dan suhunya dinaikkan hingga 1350–1400 °C untuk proses sintering suhu tinggi guna menghasilkan filter keramik busa alumina.
Filter busa keramik alumina Memiliki stabilitas suhu tinggi yang baik dalam logam cair paduan aluminium, tidak mencemari paduan, serta memiliki kemampuan penyaringan dan adsorpsi yang baik terhadap inklusi oksida dan inklusi fluks dalam logam cair. Filter busa keramik ini memiliki efek penyaringan dan pemurnian yang baik, kapasitas panas yang kecil, resistansi aliran yang rendah, serta kapasitas penyaringan yang besar. Setelah uji penyaringan dan pemurnian pada aluminium dan paduan aluminium, kinerjanya terbukti baik.

Berkat struktur jaringan tiga dimensi yang unik, keramik busa alumina memiliki mekanisme penyaringan dan pemurnian yang khusus (penangkapan mekanis, pemisahan endapan melalui aliran keluar, serta penyerapan mendalam terhadap inklusi terak halus).
Efek pemurnian yang dihasilkan oleh filter keramik berbusa tidak dapat disamakan dengan filter serat tahan api maupun filter keramik sarang lebah berlubang lurus. Filter ini memiliki ciri khas berupa struktur rangka yang kokoh dan seragam, serta dispersi yang kecil dalam massa logam cair yang disaring. Filter keramik berbusa alumina cocok untuk proses penyaringan dengan tingkat ketelitian yang baik.
Filter busa keramik tidak hanya mampu menyaring sebagian besar partikel padat tersuspensi berukuran sangat kecil—sebesar beberapa mikron—dalam logam cair, tetapi juga mampu menyaring terak cair dan gas. Penggunaan filter busa keramik untuk menyaring logam cair juga dapat membuat laju aliran logam cair menjadi lebih lambat dan teratur, sehingga secara signifikan meningkatkan mikrostruktur dan sifat mekanis coran, meningkatkan kualitas dan kepadatan coran, serta mengurangi keausan alat selama proses pemotongan coran.
Praktik telah membuktikan bahwa efisiensi filtrasi filter keramik busa mencapai 75–97%. Oleh karena itu, filter keramik busa telah banyak digunakan dalam proses pemurnian logam cair seperti aluminium, tembaga, dan baja, serta semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan metalurgi dan pengecoran.





















