Bahan Fluks untuk Pemurnian Pengecoran Aluminium -sales@aluminiumceramicfiber.com

Flux Pemurnian Pengecoran Aluminium merupakan rangkaian flux ramah lingkungan yang digunakan untuk pengolahan logam cair. Flux bubuk memiliki beberapa kelemahan, seperti timbulnya debu saat diaplikasikan serta emisi asap beracun. Hal ini menimbulkan risiko kesehatan bagi para pekerja dan masalah lingkungan. Flux berbentuk bubuk juga menimbulkan masalah efisiensi yang tidak konsisten akibat morfologi bubuknya. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini, telah dikembangkan flux berbentuk butiran yang bebas debu.

Bahan Fluks untuk Pemurnian Pengecoran Aluminium

Keunggulan Fluks Pemurnian Pengecoran Aluminium:

1. Meningkatkan kecepatan ekstrusi dan masa pakai cetakan saat melakukan ekstrusi profil
2. Mengurangi jumlah jeda dalam proses pengecoran kontinu
3. Menghilangkan retakan tepi saat penggulungan paduan aluminium
4. Senyawa tidak berbahaya
5. Titik leleh rendah untuk dispersi yang cepat
6. Membantu menghilangkan logam alkali seperti Na, Ca, dan Mg.

Flux untuk pengecoran aluminium adalah garam eutektik yang terdiri dari MgCl₂ anhidrat dan kalium klorida atau natrium klorida. Garam ini mampu menghilangkan inklusi logam alkali dan non-logam dari aluminium cair serta paduan aluminium. Bahan ini merupakan fluks yang digunakan dalam tungku untuk pengolahan logam. Komposisi kimia utama berbagai jenis fluks yang berbasis MgCl₂ anhidrat, KCl, NaCl, CaF₂, Na₃AlF₆, K₃AlF₆, dan sebagainya. Bahan baku-bahan baku ini dilebur dalam tungku pada suhu tinggi, didinginkan, dan dihancurkan.

Beberapa fluks bebas dari fluorida dan natrium, sehingga cocok untuk paduan aluminium dengan kandungan magnesium tinggi. Beberapa fluks yang ditambahkan sejumlah kecil kalsium fluorida ke dalam fluks MgCl₂/KCl dapat meningkatkan kinerja penghilangan inklusi dan alkali secara signifikan. MgCl₂ meminimalkan atau menghilangkan oksidasi permukaan dengan membentuk lapisan film tipis pada permukaan logam, sehingga fluks penutup dapat dihindari jika fluks pemurnian mengandung MgCl₂ dalam jumlah yang cukup.

Di tengah dunia yang semakin sadar akan lingkungan, pabrik pengecoran perlu berperan dalam mengurangi emisi berbahaya. Fluks pengecoran aluminium sangat penting dalam operasi pabrik pengecoran, namun juga merupakan sumber polusi yang perlu ditangani. Produsen fluks terus berupaya mempertahankan atau meningkatkan kinerja sambil mengurangi emisi berbahaya, terutama fluorida dan oksida belerang. Bentuk granular baru dari fluks ini mampu mengurangi emisi hingga 85% tanpa penurunan kinerja yang signifikan, karena memungkinkan penggunaan fluks yang lebih sedikit dan cara kerja yang berbeda. Telah ditemukan bahwa morfologi fluks merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap jenis dan jumlah emisi yang dihasilkan.

Leave a Reply