Filter busa keramik untuk pengecoran aluminium memiliki struktur sel terbuka, di mana rongga-rongga yang saling terhubung dikelilingi oleh jaring bahan keramik. Struktur ini biasanya digunakan untuk penyaringan logam cair, dan filter busa keramik banyak digunakan di bengkel pengecoran aluminium.
Fitur Filter Keramik Berbahan Busa untuk Pengecoran Aluminium
1. Ketahanan tinggi terhadap guncangan termal; tidak terjadi retak atau terkelupas selama pemanasan awal atau saat bersentuhan dengan logam cair. Bahan busa keramik ini memiliki koefisien muai panas yang rendah untuk meminimalkan tegangan tekan melintang saat berada di dalam mangkuk filter.
2. Ketahanan terhadap korosi: Bahan filter tidak mengalami reaksi yang signifikan dalam rentang aplikasi yang diharapkan (waktu, suhu, kandungan paduan).
3. Kekuatan lentur dan tekan yang memadai.
4. Efisiensi produksi.
5. Memiliki kepadatan rendah atau bobot yang ringan, sehingga nyaman bagi operator.

Tingkat muai panas filter busa keramik berada pada kisaran 1,5–7,5×10⁻⁶ mm/℃. Dalam kondisi penggunaan normal, filter busa keramik terbukti tahan terhadap serangan kimia dari paduan aluminium cair. Filter busa keramik memiliki bobot yang ringan dan sebaiknya memiliki kepadatan sekitar 0,25–0,40 g/cc.
Busa keramik adalah busa yang kokoh yang terbuat dari bahan keramik. Teknik pembuatannya meliputi proses impregnasi busa polimer bersel terbuka secara internal dengan bubur keramik, kemudian dipanggang dalam tungku, sehingga hanya menyisakan bahan keramik. Busa tersebut dapat terdiri dari beberapa bahan keramik, seperti aluminium oksida—sejenis keramik suhu tinggi yang umum digunakan—dan memperoleh sifat isolasi berkat banyaknya rongga kecil yang berisi udara di dalam material tersebut.
Filter Busa Keramik Perangkat ini terutama digunakan untuk penyaringan aluminium dan paduan logam di bengkel pengecoran dan ruang pengecoran. Berkat ketahanannya yang sangat baik terhadap serangan dan korosi akibat aluminium cair, filter ini dapat secara efektif menghilangkan inklusi, mengurangi gas terperangkap, dan menghasilkan aliran laminar, sehingga logam yang telah disaring menjadi jauh lebih bersih. Logam yang lebih bersih menghasilkan coran berkualitas lebih tinggi, limbah yang lebih sedikit, dan cacat inklusi yang lebih sedikit, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan laba bersih.






