Proses Modifikasi Paduan Aluminium, Bahan Modifikasi Paduan Aluminium

Faktor-faktor dalam proses modifikasi paduan aluminium adalah: suhu modifikasi, waktu modifikasi, jenis zat modifikasi, dan takaran.

Suhu Metamorfik

Suhu yang lebih tinggi bermanfaat bagi Modifikasi Paduan Aluminium Proses ini memiliki tingkat pemulihan natrium yang tinggi, laju modifikasi yang cepat, dan hasil yang baik. Namun, suhu metamorfik tidak boleh terlalu tinggi; jika terlalu tinggi, hal itu akan secara drastis meningkatkan oksidasi dan penyerapan pada cairan aluminium, serta meningkatkan kandungan kotoran besi dalam cairan aluminium, sehingga memperpendek masa pakai wadah peleburan. Secara umum, suhu metamorfosis sebaiknya dipilih sedikit lebih tinggi daripada suhu penuangan. Hal ini mencegah suhu metamorfosis menjadi terlalu tinggi, dapat mempersingkat waktu penyesuaian suhu setelah proses metamorfosis, serta bermanfaat untuk meningkatkan efek metamorfosis dan kualitas metalurgi aluminium cair.

Waktu Kerusakan

Semakin tinggi suhu modifikasi dan semakin baik kondisi kontak antara cairan aluminium dan bahan modifikasi, semakin singkat pula waktu modifikasi yang diperlukan dalam Proses Modifikasi Paduan Aluminium. Waktu modifikasi harus ditentukan berdasarkan percobaan sesuai dengan kondisi spesifik. Jika waktu modifikasi terlalu singkat, reaksi modifikasi tidak akan tuntas; jika waktu modifikasi terlalu lama, hal ini akan meningkatkan kerugian pembakaran agen modifikasi serta meningkatkan penyerapan dan oksidasi paduan.

Waktu modifikasi terdiri dari dua bagian: waktu aplikasi bahan modifikasi biasanya 10 hingga 15 menit, sedangkan waktu penekanan biasanya 2 hingga 3 menit.

Proses Modifikasi Paduan Aluminium

Jenis Modifikator dan Dosis

Jenis dan jumlah pengubah harus dipilih sesuai dengan jenis paduan, proses pengecoran, dan persyaratan khusus terkait pengendalian struktur. Memilih metode modifikasi yang tidak beracun, tidak menimbulkan polusi, dan memiliki efek yang tahan lama merupakan arah pengembangan terkini dalam teknologi peleburan paduan aluminium.

Dalam praktik produksi, perlu diperhatikan bahwa reaksi bahan pengubah mungkin tidak sempurna, sehingga jumlah bahan pengubah tidak boleh terlalu sedikit; jika tidak, efek modifikasinya tidak akan optimal. Namun, jumlah bahan pengubah juga tidak boleh terlalu banyak, karena kelebihan bahan tersebut akan menyebabkan kerusakan berlebihan. Oleh karena itu, jumlah modifikator yang digunakan umumnya ditentukan sebesar 1% hingga 3% dari berat bahan baku. Dalam produksi, penambahan 2% biasanya sudah cukup untuk memastikan efek degradasi yang baik. Untuk coran logam, jumlah modifikator dapat dikurangi secara wajar. Saat menggunakan modifikator universal, selain mempertimbangkan efek modifikasi, persyaratan cakupan dan kemampuan pemurnian modifikator ini juga harus diperhatikan. Umumnya, dosis modifikator adalah 2% hingga 3% dari berat cairan aluminium.

Pemeriksaan Pra-Tungku pada Perlakuan Metamorfosis

Menuangkan sampel, mengeluarkannya setelah mendingin, dan menilai tingkat degradasi berdasarkan bentuk patahan. Jika tingkat degradasi tidak cukup, butiran-butirannya kasar, patahannya berwarna abu-abu dan gelap, serta butiran silikon yang berkilau terlihat jelas. Jika degradasi normal, butir-butirnya halus, patahan berwarna putih seperti beludru, dan tidak ada bintik-bintik silikon yang berkilau. Jika metamorfosis berlebihan, butir-butir kristalnya akan kasar, dan patahan akan tampak biru-abu-abu, dengan bintik-bintik kristal silikon yang berkilau.

Leave a Reply