Filter Keramik dari Coran Aluminium, Filter Busa Keramik

Untuk memastikan bahwa logam cair aluminium memiliki kelancaran yang cukup untuk melewati filter busa keramik pada proses pengecoran aluminium, suhu logam cair aluminium di dalam tungku tetap biasanya dinaikkan sebesar 3–5°C (lebih tinggi daripada suhu sebelum penyaringan). Suhu saat aluminium cair bersentuhan dengan filter busa keramik tidak boleh lebih rendah dari 680–690°C. Peningkatan suhu ini memungkinkan aluminium cair menyerap panas dari filter busa keramik sekaligus tetap memastikan kelancaran aliran yang cukup untuk melewati filter busa keramik (terutama pada tahap awal).

Cairan aluminium hampir tidak membasahi filter busa keramik. Gaya yang terbentuk akibat tegangan permukaan mencegah aluminium cair masuk ke dalam filter busa keramik. Di bagian dalam, aluminium cair harus memiliki tekanan kepala yang cukup untuk menyeimbangkan tegangan permukaan, sehingga aluminium cair dapat melewati filter busa keramik. Filter busa keramik tidak memerlukan tekanan kepala yang tinggi saat penyaringan, dan tekanan kepala awalnya adalah 100–150 mm. Cairan tersebut dapat mengalir dengan lancar bahkan pada proses penyaringan dengan tekanan kepala sekitar 10 mm.

Filter keramik cor aluminium yang direndam dalam lelehan aluminium ditutup rapat dengan wol silikat. Aluminium cair hanya dapat melewati lubang-lubang bergerigi pada filter busa keramik tersebut. Hal ini disebabkan oleh efek gabungan dari tekanan aksial, gesekan, adsorpsi permukaan, dan gaya kimiawi aliran cairan. Inklusi yang terbawa dalam aliran aluminium tertahan dengan kuat di pori-pori filter busa keramik. Permukaan dan celah di dalam pori-pori tersebut terpisah dari fase cair logam.

Filter Keramik dari Coran Aluminium

Pengaruh terak aluminium bergantung pada ukuran pori dan ketebalan filter busa keramik untuk pengecoran, serta kecepatan aliran aluminium cair saat melewati filter. Semakin tebal filter busa keramik, semakin kecil ukuran pori-porinya, semakin lama aliran aluminium cair melewati filter busa keramik tersebut, dan semakin besar kemungkinan terjadinya tabrakan. Selain itu, inklusi-inklusi tersebut tertahan, dan kemungkinan terjadinya pengendapan serta adsorpsi pada dinding pori pun semakin besar.

Perlu dicatat bahwa ketika laju aliran filtrat yang melewati filter busa keramik terlalu rendah, filtrat tersebut tidak mudah terserap dan tidak dapat mengalir dengan lancar melalui pori-pori filter. Sebaliknya, ketika laju aliran terlalu tinggi, aliran logam cair akan mengikis inklusi padat dari dinding pori dan berpotensi menghilangkannya. Laju aliran yang optimal ditentukan berdasarkan praktik produksi.

Dimensi filter busa keramik

660x660x50 (26″)
584x584x50 (23″)
508x508x50 (20″)
432x432x50 (17″)
381x381x50 (15″)
305x305x50 (12″)
228x228x50 (9″)
178x178x50 (7″)

Filter busa keramik Ukuran pori (PPI):10/20/30/40/50/60

Filter Busa Keramik Foundry 30 ppi dan 40 ppi merupakan jenis filter busa keramik yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran aluminium.

Pengecoran aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.

Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.

Leave a Reply