Filter Keramik Aluminium China dapat secara efektif menghilangkan partikel-partikel berukuran mikron dengan berbagai tingkat kehalusan dalam larutan aluminium, sehingga membuat aliran larutan aluminium menjadi aliran laminar yang lancar.
Filter Busa Keramik memiliki struktur korundum yang unik, kekuatan mekanis dan stabilitas kimia yang baik, serta kemampuan pembersihan aluminium yang sangat baik.
Filter Busa Keramik Diproduksi dengan menggunakan bahan pembawa yang memiliki struktur jaringan padat dan sel-sel busa organik, serta digunakan untuk penyaringan dan pemurnian aluminium cair.
Filter Busa Keramik Aluminium Cair dimasukkan ke dalam bubur alumina tiksotropik melalui jalur produksi otomatis, dan campuran tersebut dikeringkan, dipadatkan, serta disemprotkan secara merata pada kerangka busa pembawa. Selanjutnya, campuran tersebut dibakar pada suhu tinggi 1180°C untuk membentuk produk akhir.

Filter Keramik Aluminium China dikelilingi oleh gasket serat keramik yang kedap udara, yang membantu memastikan pelat filter terpasang rapat di dalam kotak filter guna mencegah terjadinya kehilangan logam. Produk ini terutama digunakan dalam proses pemurnian produksi aluminium dan paduan aluminium.
Produksi bauksit Tiongkok tetap berada di angka 60 juta ton selama dua tahun terakhir, dan sekitar setengah dari kebutuhan bauksit tersebut harus diimpor. Tambang bauksit dalam negeri sebagian besar tersebar di Guangxi, Guizhou, Henan, dan Shanxi. Total cadangan tersebut mencapai 90% dari total cadangan nasional, di mana tambang bauksit di Guangxi memiliki cadangan terbesar. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat telah menciptakan permintaan yang sangat besar terhadap aluminium, yang pada gilirannya mendorong perkembangan pesat industri aluminium dalam negeri.
Industri aluminium merupakan pendorong perkembangan tiga sektor industri utama, yaitu penerbangan, konstruksi, dan otomotif. Sifat-sifat material tersebut harus memiliki karakteristik unik yang dimiliki oleh aluminium dan paduannya. Hal ini sangat memudahkan produksi dan penerapan logam aluminium yang baru ini, dan aplikasinya sangat luas.
Produksi industri aluminium global mencapai sekitar 20,909 juta ton, sedangkan produksi Tiongkok sebesar 11,83 juta ton, yang menyumbang 57% dari total produksi dunia. Pada tahun 2018, produksi aluminium primer global mencapai sekitar 64,336 juta ton, meningkat sebesar 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi Tiongkok mencapai 36,485 juta metrik ton, yang menyumbang 56,7%. Tiongkok masih menjadi produsen utama aluminium primer, namun kapasitas produksi negara dan wilayah lain juga terus mengalami perubahan.





















