Filter keramik untuk pengecoran batang aluminium dapat menyaring terak padat, seperti oksida logam dalam logam cair, sehingga meningkatkan kualitas dan hasil produksi paduan aluminium. Oleh karena itu, penggunaan filter busa keramik telah mendorong kemajuan teknologi di industri pengecoran.
Yang filter busa keramik berpori adalah jaring berpori terbuka dengan struktur seperti spons yang digunakan untuk menyaring aluminium cair. Jaring ini telah banyak digunakan di pabrik pengecoran batang aluminium di seluruh dunia. Filter busa keramik berpori adalah perangkat penyaring yang menggunakan busa keramik sebagai media penyaring. Filter busa keramik dipasang di dalam kotak penyaring yang terletak di antara tungku statis dan meja pengecoran. Setelah aluminium cair disaring oleh kotak penyaring, cairan tersebut mengalir dari tungku statis ke kristalisator.

Filter keramik untuk pabrik pengecoran batang aluminium memiliki keunggulan berupa akurasi penyaringan yang tinggi, efisiensi penyaringan yang tinggi, bobot yang ringan, ukuran yang ringkas, pengoperasian dan penggunaan yang praktis, serta kondisi kerja yang baik. Namun, setelah digunakan, keramik busa tersebut harus dibuang dan tidak dapat diregenerasi, serta teksturnya relatif rapuh. Pencampuran serpihan-serpihan keramik harus dihindari selama pemasangan.
Sejak tahun 2012, AdTech telah berkomitmen untuk melakukan penelitian mengenai perangkat penghilang gas daring dan perangkat penyaringan untuk teknologi pemurnian bahan cair.
Saat ini, peralatan pemurnian aluminium cair AdTech telah banyak digunakan di pabrik pengecoran aluminium. Teknologi filtrasi dengan filter busa keramik (CFF) merupakan metode filtrasi yang paling ekonomis.
Filter aluminium cair biasanya digunakan dalam ukuran standar (inci) dengan porositas 10 hingga 60 PPI (pori per inci linier). Ukuran filter busa keramik bergantung pada porositasnya, yang dipilih sesuai dengan kapasitas penyaringan, waktu penuangan, dan tata letak kotak filter CFF. Pemilihan porositas elemen filter aluminium cair bergantung pada paduan spesifik, suhu pengecoran, tingkat kontaminasi logam, dan kualitas hasil yang diinginkan.






