Filter Keramik untuk Pengecoran Logam, Filter Busa Keramik

Filter keramik untuk pengecoran logam merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan inklusi dalam lelehan aluminium. Adapun dalam proses penyaringan menggunakan saringan logam dan kain serat, hanya inklusi berukuran besar dalam lelehan paduan aluminium yang dapat dihilangkan, sedangkan inklusi berukuran di bawah mikrometer tidak dapat dihilangkan. Saringan logam juga akan mencemari paduan aluminium.

Yang filter busa keramik Dalam proses pengecoran logam, metode ini mampu menyaring inklusi halus dan secara signifikan meningkatkan sifat mekanis serta kualitas penampilan hasil coran. Metode ini merupakan pilihan utama dalam proses peleburan dan pengecoran.

Filter Keramik untuk Pengecoran Logam

Dalam proses peleburan, pemurnian, dan pembentukan logam, terutama pada proses pengecoran logam cair, sangat dianjurkan untuk memisahkan inklusi dari logam cair tersebut. Jika inklusi-inklusi ini tidak dihilangkan saat logam masih dalam keadaan cair, kinerja benda logam yang telah mengeras (produk akhir dari proses pengecoran) dapat menurun.

Sebagian dari inklusi dalam paduan aluminium berasal langsung dari bahan baku, yang sebagian besar terbentuk selama proses peleburan dan pengecoran, terutama inklusi oksida.

Semua inklusi yang terdapat sebelum proses pengecoran disebut inklusi oksidasi primer, yang dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan ukurannya: yang pertama adalah inklusi berukuran besar dengan distribusi yang tidak merata dalam makrostruktur, yang menyebabkan struktur paduan menjadi tidak kontinu dan mengurangi kepadatan coran. Hal ini menjadi sumber korosi dan retakan, sehingga sangat mengurangi kekuatan dan plastisitas paduan. Yang lainnya adalah inklusi kecil yang tersebar, yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya setelah proses pemurnian; inklusi ini akan meningkatkan viskositas logam cair dan mengurangi kapasitas aliran aluminium cair selama proses pembekuan.

Inklusi oksidasi sekunder terutama terbentuk selama proses pengecoran. Selama proses pengecoran, aluminium cair bersentuhan dengan udara, dan oksigen bereaksi dengan aluminium untuk membentuk inklusi oksida. Selama proses peleburan, paduan aluminium bersentuhan dengan berbagai komponen dalam gas tungku, sehingga membentuk senyawa seperti Al₂O₃. Al₂O₃ dalam aluminium cair akan meningkatkan kandungan hidrogen dalam paduan aluminium cair. Oleh karena itu, kandungan Al₂O₃ dalam aluminium cair memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan pori-pori pada coran aluminium.

Selain menggunakan pelat saringan busa keramik untuk menghilangkan kotoran, juga perlu mencegah terjadinya kontaminasi ulang pada cairan aluminium bersih yang telah disaring.

Leave a Reply