Filter Busa Keramik untuk Pengecoran Aluminium Berkelanjutan

Filter busa keramik merupakan filter berkemampuan tinggi untuk produksi coran aluminium, dan banyak digunakan dalam produksi ingot semi-kontinu serta coran cetakan. Karena suhu leleh paduan aluminium yang rendah, kinerja bahan filter busa keramik pada suhu tinggi tidak terlalu baik; oleh karena itu, filter busa keramik alumina dapat digunakan.

Filter busa keramik alumina ini menggunakan Al₂O₃ sebagai bahan baku. Al₂O₃ memiliki aktivitas yang rendah, sedangkan metode pembuatan busa keramik ini menggunakan bubur keramik untuk melapisi plastik busa berpori tiga dimensi dan memiliki kepadatan yang rendah. Dibandingkan dengan keramik alumina yang dibentuk dengan tekanan, proses transfer massa selama sintering lebih rumit dan sulit untuk mencapai kekuatan sintering yang tinggi. Dengan memilih gradasi bubuk alumina yang tepat, meningkatkan kepadatan massal, menambahkan aditif yang sesuai pada saat yang sama, membentuk larutan padat dari alumina dan aditif, meningkatkan aktivitas sintering alumina, dan sebagainya, keramik busa alumina hasil sintering ini memiliki kinerja suhu tinggi yang lebih baik.

Filter Busa Keramik

Filter keramik berbahan busa alumina (CFF) dibuat dengan menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa, kemudian direndam dalam lapisan yang terbuat dari bubuk keramik, pengikat, bahan pembantu sintering, agen suspensi, dan sebagainya, kemudian memeras lapisan berlebih tersebut sehingga lapisan keramik terlapisi secara merata pada rangka pembawa untuk membentuk benda hijau, dan selanjutnya benda hijau tersebut dikeringkan dan dibakar pada suhu tinggi. Filter keramik berbahan busa dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis pengikatan dan jenis sintering: jenis pertama mengandalkan bahan pengikat untuk mengikat partikel-partikel keramik halus; sedangkan jenis kedua mengandalkan pemanasan pada suhu tinggi untuk menyinter dan menyatukan partikel-partikel keramik halus yang lebih murni.

Struktur kerangka jaringan pori melengkung tiga dimensi yang saling terhubung dan unik pada filter keramik berbusa ini membuatnya memiliki porositas terbuka setinggi 80% hingga 90%, serta bekerja melalui tiga mekanisme filtrasi dan pemurnian, yaitu penangkapan mekanis, pemisahan endapan, dan adsorpsi mendalam. Filter ini dapat secara efisien menyaring inklusi berukuran besar serta sebagian besar inklusi tersuspensi berukuran sangat kecil—sebesar puluhan mikron—dalam logam cair.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply