Filter lapisan tebal, yang juga dikenal sebagai filter akumulasi partikel, terutama terdiri dari bola-bola alumina yang diperkuat dan disusun berlapis-lapis sesuai dengan perbandingan ukuran partikel tertentu. Filter lapisan dalam mampu menyaring partikel berukuran di atas 10 μm, dengan efisiensi penyaringan tinggi, kapasitas penyaringan besar, masa pakai yang lama, dan kemampuan regenerasi yang baik. Namun, filter ini memiliki waktu pemanasan awal yang lama dan biaya penggantian yang tinggi, sehingga cocok untuk penyaringan lelehan yang memerlukan kinerja tinggi dan kapasitas pengolahan yang besar.

Komposisi kimia inklusi non-logam yang terbentuk dalam lelehan aluminium sangat stabil, dan hal ini dapat dengan mudah menyebabkan retakan pada coran setelah proses pemadatan. Kehadiran inklusi non-logam akan mengurangi fluiditas logam dan menurunkan sifat mekanis coran. Karena kekerasan inklusi non-logam yang tinggi, kinerja pemotongan coran akan berkurang. Inklusi non-logam juga berkaitan dengan pembentukan lubang pada coran. Inklusi non-logam memiliki daya basah yang buruk terhadap lelehan aluminium, dan permukaan kasarnya pada tingkat mikroskopis dapat dengan mudah berfungsi sebagai inti pembentuk pori atau rongga penyusutan. Hidrogen dalam aluminium mudah mengendap pada inklusi non-logam, dan membentuk pori setelah pendinginan.
Penghilangan kotoran non-logam juga dapat dilakukan melalui penyaringan. Penyaringan dapat dibagi menjadi dua tahap: perpindahan inklusi ke media penyaring serta adhesi pada permukaan media filter. Efisiensi filtrasi terutama bergantung pada kondisi aliran logam cair di dalam filter, sifat fisik dan kimia logam cair, inklusi, serta parameter geometris filter. Penyaringan inklusi yang berukuran lebih besar dari 30um terutama bergantung pada penyumbatan mekanis, sedangkan penyaringan inklusi yang berukuran lebih kecil dari 30um umumnya dianggap memiliki dua mekanisme dasar: penyaringan kedalaman dan penyaringan lapisan filter.
Filter lapisan tebal menyaring logam cair paduan aluminium, dan nilai elongasi logam cair aluminium meningkat sebesar 17,93% setelah penyaringan; hanya terdapat sedikit kotoran berukuran 6um, sedangkan paduan aluminium yang belum disaring mengandung banyak kotoran berukuran 40um. Hal ini disebabkan karena logam cair aluminium masuk ke dalam filter melalui gravitasi sendiri. Proses ini meningkatkan kontak antara inklusi dan partikel filter, sehingga kotoran dapat dengan mudah ditangkap oleh partikel aktif, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi penghilangan kotoran.





















