Flux untuk Daur Ulang Logam Afrika, Bahan Pembantu Pemurnian Aluminium

Flux pemurnian aluminium untuk daur ulang logam di Afrika memiliki keunggulan berupa tidak berasap, tidak berbau, bebas debu, dan mudah dioperasikan. Misalnya, penggunaan wadah khusus untuk proses peleburan lebih dianjurkan, dan peralatan tidak akan mengalami korosi. Proses pemurnian ini memiliki efek penghilangan gas yang baik. Dalam kondisi normal, tingkat porositas (pinhole) dapat mencapai 1-2. Terak yang dihasilkan kering, gembur, ringan, serta terpisah dengan baik dari cairan paduan aluminium dan mudah dibuang.

Flux untuk Daur Ulang Logam di Afrika

Cara Menggunakan Flux dalam Daur Ulang Logam di Afrika

1. Jumlah sediaan olahan sekitar 0,3% (jumlahnya ditentukan sesuai dengan situasi).
2. Saat menggunakannya, tuangkan produk ke dalam wadah khusus, sambungkan argon atau nitrogen kering dari luar, tiupkan ke dalam cairan aluminium dengan tekanan, aduk hingga merata, hentikan reaksi, diamkan selama beberapa saat, lalu tuang ke dalam cetakan.
3. Taburkan konsentrat aluminium cor ke permukaan cairan tersebut, lalu tekan dengan cepat ke dalam aluminium cair. Setelah diaduk secara merata, diamkan sejenak dan tiriskan. Jika disemprotkan, efek dari penyuntikan zat pemurnian lebih baik dimasukkan ke dalam cairan aluminium dengan gas inert.
4. Tekan bahan pemurnian aluminium cor ke dasar aluminium cair. Pada saat ini, akibat panas yang sangat besar yang dilepaskan oleh reaksi tersebut, aluminium cair tersebut dengan cepat memanas dan berubah menjadi merah.
5. Bahan pemurnian harus bersentuhan sepenuhnya dengan aluminium cair. Setelah terak mengering menjadi bubuk, barulah dapat dikeringkan.

Terdapat sekitar 50 fasilitas daur ulang logam di Afrika, sementara negara-negara lain seperti di Eropa memiliki lebih dari 250 fasilitas. Diperkirakan hanya 13% produk yang dapat didaur ulang di Nigeria yang dimanfaatkan kembali, dan proses pengangkutan limbah secara formal nyaris nol.

Revolusi teknologi bersih yang mencakup daur ulang, energi terbarukan, dan proyek infrastruktur berkelanjutan telah dimulai di Afrika. Terobosan besar akan mencakup pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan tersebut. Seiring dengan berkembangnya industri logam di negara ini, perluasan kapasitas daur ulang dan sistem berkelanjutan akan menjadi semakin penting.

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Afrika, dan penyelesaiannya membutuhkan kerja sama, pendekatan kreatif, serta kemauan untuk merasakan manfaatnya. Menyelesaikan masalah besar seperti pengelolaan sampah juga dapat menghasilkan keuntungan finansial yang besar serta membawa perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Leave a Reply