Filter Keramik Busa Inalum terutama digunakan untuk proses penyaringan aluminium dan paduan logam di bengkel pengecoran dan ruang pengecoran. Bahan ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap erosi dan korosi akibat aluminium cair, serta mampu menghilangkan inklusi secara efektif.
Pengotor-pengotor ini cenderung menimbulkan gelembung dan inklusi pada lempengan, yang sangat memengaruhi kemurnian logam cair, dan pada akhirnya memengaruhi kinerja pemesinan, sifat mekanis, ketahanan terhadap korosi, serta kualitas penampilan produk.

Filter Keramik Busa Inalum berwarna putih atau putih susu.
Melalui adsorpsi fisik dan reaksi kimia, proses ini cocok untuk produksi aluminium dan paduan aluminium berkualitas tinggi dengan persyaratan ketat dalam proses pemurnian; proses ini dapat secara efektif menghilangkan berbagai jenis inklusi oksidasi yang terbentuk selama proses peleburan aluminium, sehingga dapat mengurangi cacat pengecoran, meningkatkan kualitas pengecoran, serta menyediakan bahan berkualitas tinggi untuk proses lanjutan.
Filter pabrik aluminium harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan.
Fitur-fitur utama Filter Keramik Busa Inalum adalah sebagai berikut
1, tingkat ketelitian penyaringan mencakup penyaringan halus dan penyaringan mikro.
2, kekuatan mekanis tinggi, sifat kimia yang stabil, ketahanan aus yang baik, resistansi rendah, dan anti penyumbatan.
3, efisiensi tinggi, hasil produksi tinggi, susunan pori-pori saringannya rapi, seragam, dan teratur.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengumumkan bahwa pihaknya akan meningkatkan teknologi tungku peleburan aluminiumnya dengan bantuan tiga perusahaan EPC, yaitu SAMI, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Unefeco. Berita ini muncul setelah pengumuman resmi oleh Direktur Eksekutif PT Inalum (Persero), Sophia Issabella Watimena dari Guaradanx, dan penambahan sejumlah item perbaikan tersebut akan meningkatkan arus operasi pabrik peleburan menjadi 235 kA, bukan 193 kA.
Inalum menyempurnakan teknologi tungku peleburan aluminiumnya; Mencari dukungan dari 3 perusahaan EPC
Peningkatan akan dilakukan pada sel elektrolitik 1 dan hingga 170 tungku, sehingga kapasitas produksi aluminium Inalum akan meningkat sebesar 25.000 ton per tahun.
Sophia Issabella Watimena mengatakan, “Kapasitas Inalum diperkirakan akan meningkat sebesar 25.000 ton aluminium per tahun seiring dengan peningkatan teknologi sel elektrolitik 1 menjadi 170 tungku.”
Selain itu, Inalum saat ini sedang melaksanakan proyek-proyek pengembangan lainnya, seperti pembangunan pabrik pengolahan alumina kelas peleburan di Mempawah, Kalimantan Barat, serta proses studi kelayakan untuk pembangunan pabrik CPC, tambahnya.
“Kami senang dapat bekerja sama dengan Inalum dalam upaya peningkatan teknologi tungku peleburan aluminium,” kata Ning Ma, CEO SAMI. ”Kami yakin bahwa dengan kerja sama yang baik di antara perusahaan-perusahaan yang terlibat, proyek peningkatan teknologi tungku peleburan aluminium dapat terlaksana sesuai harapan.”





















