Bahan Fluks untuk Pemurnian di Pengecoran -sales@aluminiumceramicfiber.com

Flux pemurnian pengecoran dibuat dari campuran garam cair, yang biasanya digunakan dalam proses pengolahan aluminium cair. Bahan ini berfungsi untuk melindungi logam secara pasif dari oksidasi serta menghilangkan unsur-unsur tambahan yang menjadi pengotor dari aluminium cair.

Flux pemurnian di pabrik pengecoran terutama digunakan untuk mengurangi kandungan hidrogen dan inklusi. Hidrogen terlarut merupakan salah satu pengotor paling umum dalam aluminium cair dan sangat tidak diinginkan. Hidrogen menjadi masalah karena tidak larut dalam aluminium padat. Hidrogen terlarut dalam aluminium cair akan mengendap selama proses pemadatan dan menyebabkan pori-pori pada material. Inklusi dapat didefinisikan sebagai partikel padat non-logam yang tersuspensi dalam cairan logam. Jumlah partikel tersebut sangat bergantung pada kualitas dan kebersihan bahan baku. Sumber inklusi lainnya dapat berasal dari bahan tahan api di dalam tungku.

Bahan Fluks untuk Pemurnian di Pabrik Pengecoran

Tugas-tugas utama dari zat pemurnian termasuk juga: melindungi logam cair dari oksidasi lebih lanjut dengan menutupi, melarutkan, atau menangguhkan kotoran, oksida, dan partikel non-logam lainnya. Tetesan senyawa garam bertindak sebagai gelembung dan menangguhkan inklusi ke permukaan melalui proses flotasi. Karena kecepatan tetesan fluks yang naik ke permukaan jauh lebih kecil daripada kecepatan gelembung, diperlukan waktu stabilisasi tertentu.

Terdapat berbagai jenis fluks pemurnian pengecoran yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium, yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori: bahan penutup dan bahan pemurnian.

Flux pemurnian yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium harus memenuhi persyaratan berikut:

1. Titik lelehnya harus lebih rendah daripada suhu titik leleh paduan aluminium.
2. Berat jenisnya harus lebih kecil daripada berat jenis paduan aluminium.
3. Bahan ini mampu menyerap dan melarutkan inklusi dalam cairan logam, serta mampu menghilangkan gas di dalamnya.
4. Bahan tersebut tidak boleh bereaksi secara kimiawi dengan logam dan lapisan tungku. Jika bereaksi dengan logam, bahan tersebut hanya boleh menghasilkan gas inert yang tidak larut dalam logam, dan bahan pelebur tersebut harus tidak larut dalam logam cair.
5. Penyerapan kelembapan rendah dan tekanan penguapan rendah.
6. Bahan tersebut tidak boleh mengandung atau menghasilkan zat-zat pengotor dan gas yang berbahaya.
7. Cairan tersebut harus memiliki viskositas dan kelancaran yang tepat.
8. Mudah diproduksi: harganya murah.

Leave a Reply